Penulisankalimat efektif bahasa Indonesia mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Contoh : Ibuku memperjuangkan karirnya dengan baik. Jika mengacu pada PUEBI, kalimat tersebut termasuk kalimat tidak efektif karena kata 'karir' tidak sesuai dengan ejaan yang benar. 13Contoh Kalimat Konotasi - Pengertian, Ciri, Makna dan Cara. diksi dalam kalimat; Contoh Kata Efektif - Katapos. 👉 Download Contoh Diksi Yang Benar Dan Salah Contoh Waouw 👈. Contoh Kalimat Lugas Dan Kiasan - Nasi. Ciri Kalimat Efektif : Pengertian, Struktur, Syarat, Unsur. TATA KALIMAT PERTEMUAN VI TATA KALIMAT SINTAKSIS Atursusun Contohcontoh Kalimat yang Menggunakan Kata "konteks" Wacana kemudian dimaknai sebagai teks dan konteks bersama-sama. Keduanya terikat oleh konteks kesejarahan yang senantiasa bergeser. Pemaknaan tersebut semestinya memerlukan konteks ungkapan wacana kesasteraan . Namun demikian, sastra pada konteks ini akan melahirkan nilai historis yang tinggi. Contohejaan van ophuijsen. 1 masih menggunakan huruf j untuk bunyi huruf y seperti contoh yang atau sayang ditulis dengan jang sajang. 100 contoh kata ejaan tanda baca bahasa indonesia yang benar ejaan adalah bagian bentuk dari karakter dalam sebuah kata yang dipisahkan dengan spasi maupun tanda pisah. ContohKalimat Gramatikal. Minuman, minum-minum, peminum (makna gramatikal). Contoh : Polisi menyita beberapa peti minuman keras dari dalam toko itu. Pagi, siang, malam, kerjanya hanya duduk dan minum-minum saja. Seluruh orang di kampung ini tahu, kalau ia seorang peminum. Rumah dinas, rumah duka, merumahkan, perumahan (makna gramatikal). 100 Contoh Kata Ejaan & Tanda Baca Bahasa Indonesia Yang Benar. Peranan bahasa sangat penting untuk menunjukkan negara Indonesia yaitu melalui bahasa Indonesia. Berdasarkan itu, perjalanan ejaan di Indonesia tidak singkat, sampai akhirnya terdapat ejaan yang berlaku hingga sekarang. 10 Januari 2022 Bella Carla. Bagikan. . – Dalam penggunaan bahasa terdapat banyak kalimat, salah satunya adalah kalimat definisi. Menurut Kridalaksana dalam Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia 1999 menyebutkan kalimat yaitu satuan gagasan yang relatif berdiri sendiri, dilengkapi intonasi final, dan terdiri dari Alwi, dan teman-teman dalam Tata Bahasa Baku Indonesia 2000 mengatakan bahwa kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Salah satu jenis kalimat adalah kalimat definisi. Pengertian kalimat definisi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, definisi adalah kalimat yang mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas. Sehingga kalimat definisi adalah rangkaian kata yang bertujuan menjelaskan baik arti maupun makna suatu obyek. Baca juga Penggunaan Tanda Tanya dan Tanda Seru pada Kalimat Ciri-ciri kalimat definisi Ciri-ciri kalimat definisi, sebagai berikut Penggunaan kata adalah, ialah, yaitu, merupakan, yaitu, dan yakni Kalimatnya berisi penjelasan arti ataupun makna suatu objek Digunakan dalam karya ilmiah untuk memberikat fakta Digunakan dalam karya fiksi untuk menguatkan cerita Maknanya tidak berubah jika kalimat dibalik objek berada di awal maupun di akhir kalimat Diakhiri dengan tanda titik Jenis-jenis kalimat definisi Berikut merupakan jenis-jenis kalimat definisi, yaitu Definisi nominal Berdasarkan situs Stanford Encyclopedia of Philosophy, definisi nominal adalah definisi yang menjelaskan arti suatu istilah yang berisi informasi cukup untuk memberikan pemahaman tentang istilah nominal merupakan definisi yang sederhana karena bisa berupa penjelasan sinonim suatu istilah saja. Misalnya Atlet adalah olahragawan Seruling adalah alat musik tiup Amfibi adalah hewan yang hidup di darat dan di air Definisi paradigmatis Menurut Pamela S. Maykut dan Richard Morehouse dalam Beginning Qualitative Research A Philosophic and Practical Guide 1994, paradigma adalah seperangkat asumsi yang menyeluruh dan saling berhubungan tentang sifat realitas. Sehingga kalimat definisi paradigmatis adalah kalimat yang bersisi nilai-nilai yang dipandang seseorang dan bertujuan untuk memengaruhi pembacanya. Buku tesebut ditulis dengan sangat kreatif sehingga menarik untuk dibaca. Tidak baik bagi anak perempuan untuk keluar malam karena banyak bahaya saat malam. Baca juga Kalimat Imperatif Definisi dan Contohnya Definisi luas Kalimat definisi luas merupakan kalimat yang menjelaskan suatu objek secara umum dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Kalimat definisi luas biasanya bersisi fakta yang singkat, pada, jelas, dan aktual. Contohnya Kerangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang dengan bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Diabetes adalah penyakit yang ditimbulkan akibat terlalu banyak mengonsumsi gula aataupun Definisi formal Kalimat definisi formal berisi kalimat penjelasan yang dusun berdasarkan logika yang dapat diterima karena sesuai dengan yang berlaku di masyarakat. Kalimat definisi formal disebut juga dengan definisi terminologis yang tidak mengandung perumpanan dan memiliki dua makna atau menggabungkan dua frasa. Contoh kalimat definisi formal Manusia merupakan makhluk hidup yang paling pintar karena memiliki akal. Geologi berasal dari bahasa Yunani “geo” yang artinya bumi dan “logos” yang artinya alasan. Kepramukaan adalah kegiatan di luar sekolah yang bertujuan membentuk karakter unggul siswa. Baca juga Aturan Penulisan Angka dan Bilangan dalam Kalimat Definisi operasional Definisi operasional yakni kalimat definisi yang berisi pedoman untuk melakukan sesuatu. Kalimat definisi operasional merupakan kalimat berisi petunjuk untuk melakukan sesuatu. Contohnya Kocok terlebih dahulu sebelum diminum. Penelitian harus dilakukan dengan pengambilan sampel acak setiap populasi yang sama variannya. Kaleng tersebut harus disimpan di tempat sejuk karena gas di dalamnya bisa meledak jika terkena panas. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Jakarta - Kalimat efektif adalah kalimat yang menunjukkan bahwa proses penyampaian dan penerimaannya berlangsung dengan sempurna. Tujuan kalimat itu agar isi atau maksud yang disampaikan pembicara atau penulis tergambar dengan dikatakan efektif jika penerima pesan berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud pengirim efektif juga merupakan kalimat yang terdiri dari kata-kata dengan unsur Subjek, Predikat, Objek, Keterangan SPOK.Penggunaan kalimat efektif biasanya sering terdapat pada tulisan ilmiah. Contohnya pada makalah, tesis, laporan penelitian, disertasi, dan tentang Kalimat EfektifA. Syarat Kalimat EfektifAda beberapa syarat utama suatu kalimat dapat dikatakan efektif, di antaranya-Mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar-Memiliki unsur penting atau pokok, minimal unsur subjek+predikat-Menggunakan diksi yang tepat-Struktur bahasanya bersifat sistematis atau urut-Taat terhadap tata aturan ejaan yang berlaku-Tidak boros kata atau bertele-tele-Tidak boleh ambiguB. Ciri-Ciri Kalimat EfektifKalimat efektif memiliki sejumlah karakteristik, yaitu-Kelogisan KalimatKelogisan penting untuk menghindari kesan ambigu pada kalimat. Kalimat yang logis harus memiliki subjek, keterangan, predikat, induk, dan anak kalimat yang jelas. Selain itu, subjek tidak boleh ganda, dan predikat tidak didahului kata "yang".Contoh Kepada Bapak Kepada Sekolah, waktu dan tempat kami persilahkan. tidak efektifBapak Kepala Sekolah dipersilahkan menyampaikan pidatonya sekarang. efektif-Kesepadanan StrukturPerhatikan kelengkapan struktur kalimat dan penggunaannya. Pastikan kalimat memiliki unsur klausa, minimal subjek dan predikat. Lalu jangan letakkan preposisi kata depan sebelum subjek karena akan mengaburkan pelaku dalam semua peserta diharapkan hadir tepat waktu. tidak efektifSemua peserta diharapkan hadir tepat waktu. efektif-Kesejajaran Ciri selanjutnya menyangkut imbuhan dalam kata-kata yang ada di kalimat, sesuai kedudukannya. Intinya, kalimat efektif harus berimbuhan paralel dan minyak disesuaikan atau kenaikan itu secara wajar. tidak efektifHarga minyak disesuaikan atau dinaikkan secara wajar. efektif-Kehematan KataKehematan adalah penggunaan kata yang ringkas dan tidak bertele-tele, namun tidak mengurangi makna atau mengubah informasi. Caranya dengan menghilangkan pengulangan subjek yang sama pada anak kalimat, menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata, dan menghindari kesinoniman kata dalam siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. tidak efektifSiswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. efektif-Ketegasan MaknaTak selamanya subjek harus diletakkan di awal kalimat, meskipun memang peletakan subjek biasanya selalu mendahului predikat. Namun, dalam beberapa kasus, boleh meletakkan keterangan di awal kalimat untuk memberi efek kalimat seperti ini sering dijumpai pada jenis kalimat perintah, larangan, ataupun anjuran yang biasanya diikuti partikel lah atau makanlah nasi itu sampai habis agar tidak mubazir! tidak efektifMakanlah nasi itu sampai habis agar tidak mubazir! efektifC. Contoh Kalimat EfektifAgar detikers lebih mudah memahami, kenali dulu beberapa contoh kalimat tidak efektif berikut iniRumah daripada orang tuanya di Jalan buku saya sudah baca tiga kali. Dalam kecelakaan itu dua orang gugur di atas akan menjadi efektif jika diubah menjadi seperti ini-Rumah orang tuanya di Jalan itu sudah saya baca tiga kali. -Dalam kecelakaan itu dua orang tewas seketikaSetelah mendapat pengetahuan mengenai kalimat efektif, apakah detikers dapat menyebutkan contoh lainnya? Simak Video "PSI Gelar Aksi Simpatik dan Edukatif di Hari Pendidikan Nasional" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy 100+ Contoh Kata Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia yang Benar – Ejaan adalah bagian bentuk dari karakter dalam sebuah kata yang dipisahkan dengan spasi maupun tanda pisah. Sedangkan, tanda baca adalah suatu bentuk simbol yang berguna untuk membuat susunan kalimat menjadi beraturan dan untuk memberikan tekanan atau nada atau intonasi pada suatu kalimat. Yuk, cek contoh kata ejaan dan tanda baca bahasa Indonesia yang benar di bawah ini. Deretan Contoh Kata Ejaan dan Tanda Baca Bahasa IndonesiaDaftar IsiDeretan Contoh Kata Ejaan dan Tanda Baca Bahasa IndonesiaApa Itu Kata Ejaan?Apa Itu Tanda Baca?Contoh Kata Ejaan Bahasa Indonesia yang BenarContoh Tanda Baca Bahasa Indonesia yang Benar Daftar Isi Deretan Contoh Kata Ejaan dan Tanda Baca Bahasa Indonesia Apa Itu Kata Ejaan? Apa Itu Tanda Baca? Contoh Kata Ejaan Bahasa Indonesia yang Benar Contoh Tanda Baca Bahasa Indonesia yang Benar Peranan bahasa sangat penting untuk menunjukkan negara Indonesia yaitu melalui bahasa Indonesia. Berdasarkan itu, pembahasan serta pembakuan ejaan di Indonesia tidak berlangsung dalam waktu singkat. Butuh waktu panjang dengan berbagai diskusi mengenai penggunaan ejaan baku yang tepat sampai akhirnya terdapat ejaan yang berlaku hingga sekarang. Perubahan ejaan dari ejaan yang masih mengacu penulisan latin Belanda, berubah menjadi ejaan Swandi, lalu sampai ke EYD ejaan yang disempurnakan, dan terakhir sekarang adalah PUEBI Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Apa Itu Kata Ejaan? Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antarhubungan antara lambang-lambang itu pemisahan dan peng-gambungannya dalam suatu bahasa. Secara teknis, yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Ejaan sendiri adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana ucapan atau apa yang dilisankan oleh seseorang ditulis dengan perantara lambang-lambang atau gambar-gambar bunyi. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak 1972 sampai saat ini ialah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan atau dikenal dengan singkatan EYD. Diketahui, EYD diresmikan pemakaiannya sejak Agustus tahun 1972 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 57 Tahun 1972. Dilihat dari usianya, implementasi EYD dalam penulisan sudah cukup lama karena lebih dari tiga dasawarsa. Jika dulu saat sekolah kamu hanya mengenal EYD atau Ejaan yang Disempurnakan, maka sekarang kamu harus tahu jika EYD sudah berubah menjadi PUEBI. Diketahui, PUEBI atau kepanjangan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia merupakan pengganti dari EYD. Dalam berbicara setidaknya kita diharapkan dapat menggunakan pedoman berbahasa untuk menjunjung tinggi bahasa nasional kita, yaitu Bahasa Indonesia. Apa Itu Tanda Baca? Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan suara, kata dan frasa pada suatu bahasa. Tanda baca berperan menunjukkan struktur dan organisasi padasuatu tulisan dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antarbahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis. Contoh Kata Ejaan Bahasa Indonesia yang Benar Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, PUEBI pun resmi berlaku sebagai ejaan baru Bahasa Indonesia. Katanya, latar belakang diresmikan ejaan baru ini adalah karena perkembangan pengetahuan, teknologi, dan seni sehingga pemakaian bahasa Indonesia semakin luas. Ejaan ini menyempurnakan EYD, terutama dalam hal penambahan diftong, penggunaan huruf kapital, dan cetak tebal. Di bawah ini adalah contoh kata ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contoh 1 Advokat Akhlak Apotek Atlet Analisis Balans Cenderamata Definisi Kartotek Komedi Konkret Teori Teoretis Sistem Sistematis Rezeki Telegram Hakikat Kaidah Nasihat Penasihat Hierarki Karier Spesies Varietas Contoh 2 Metode Khotbah Resistans Peformans Kompleks Tripleks Simpleks Lateks Ekspor Impor Paspor Menganalisis Penganalisisan Hipotesis Sintesis Katalisis Hidrolis Syakwasangka Mensyukuri Insaf Sah Sahih Saraf Ijazah Izin Contoh 3 Zaman Jenderal Sutera Terampil Keterampilan Terap Penerapan Istri Mantra Putra Putri Ambulans Adjektif Akhir Frekuensi Kuantum Konsekuensi Kualifikasi Kualitas Kuarsa Kuitansi Kuorum Kuota Likuidasi Atmosfer Contoh 4 Asas Asasi Ekuivalen Konfrontasi Konsinyasi Koordinasi Nasionalisasi Organisasi Produksi Memproduksi Pemroduksi Proklamasi Diproklamasikan Standar Standardisasi Transport Transportasi Mengimbau Imbauan Berutang Mengutangkan Teladan Esai Konduite Risiko Contoh 5 Tim Survey Zona Itikad Diesel Jadwal Manajemen Manajer Kategori Ilustrasi Ilusi Konsesi Professor Kelola Mengelola Dikelola Pengelola Sila Silakan Mempersilakan Dipersilakan Wujud Berwujud Lembap Kelembapan Contoh 6 Pengkristalan Menyukseskan Menerjemahkan Penerjemah Advis Persentase Lubang Berlubang Melubangi Ubah Berubah Mengubah Diubah Pengubahan Formal Konsepsional Operasional Personalia Rasional Fisik Foto Fotokopi Produktifitas Objek Proyek Teknik Teknisi Kongres Arkais Motivasi Contoh Tanda Baca Bahasa Indonesia yang Benar Bahasan ejaan dan tanda baca dimulai dari tanda baca. Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa jenis-jenis tanda baca, yaitu 1. Tanda Titik . Adalah tanda baca yang digunakan untuk mengakhiri sebuah kalimat atau menjadi penutup sebuah kalimat. Adapun contoh pemakaian tanda titik adalah sebagai berikut Tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataanMereka duduk di akan datang pada pertemuan itu. Tanda titik untuk daftar isi Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar isi I. Kondisi Kebahasaan di Indonesia A. Bahasa Indonesia1. Kedudukan2. FungsiB. Bahasa Daerah1. Kedudukan2. FungsiC. Bahasa Asing 1. Kedudukan2. Fungsi1. Patokan Isi Gambar Grafik Tanda titik untuk jam Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu Pukul pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik jam 1 jam, 35 menit, 20 detik jam 20 menit, 30 detik jam 30 detik Tanda titik untuk daftar pustaka Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Peta Bahasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta Gramedia. Tanda titik untuk penulisan satuan angka Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah Indonesia memiliki lebih dari pulau. Penduduk kota itu lebih dari orang. Anggaran lembaga itu mencapai 2. Tanda Koma , Adalah tanda yang digunakan untuk memisahkan kata atau kalimat, dan juga memisahkan suatu unsur dalam sebuah perincian. Adapun contoh pemakaian tanda koma adalah sebagai berikut Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan Telepon seluler, komputer, atau internet bukan barang asing lagi. Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan. Satu, dua, … tiga! Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup. Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya. Dia membaca cerita pendek, sedangkan adiknya melukis panorama. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya Kalau diundang, saya akan datang. Karena baik hati, dia mempunyai banyak teman. Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat Seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Orang tuanya kurang mampu. Meskipun demikian, anak-anaknya berhasil menjadi sarjana. Tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru Seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak O, begitu? Wah, bukan main! Hati-hati, ya, jalannya licin! Nak, kapan selesai kuliahmu? Siapa namamu, Dik? Dia baik sekali, Bu. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat Kata nenek saya, “Kita harus berbagi dalam hidup ini.” “Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.” Tanda koma dipakai untuk penulisan alamat Sdr. Abdullah, Jalan Kayumanis III/18, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta 13130 Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta Surabaya, 10 Mei 1960 Tokyo, Jepang Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta Restu Agung. Halim, Amran Ed. 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta Pusat Bahasa. Tulalessy, D. dkk. 2005. Pengembangan Potensi Wisata Bahari di Wilayah Indonesia Timur. Ambon Mutiara Beta. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 2 Jakarta Pustaka Rakyat, 1950, hlm. 25. Hadikusuma Hilman, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia Bandung Alumni, 1977, hlm. 12. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang Jogjakarta UP Indonesia, 1967, hlm. 4. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya Penggunaan tanda koma ini untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga B. Ratulangi, Ny. Khadijah, Bambang Irawan, Siti Aminah, Tanda koma dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka 12,5 m 27,3 kg Rp500,50 Rp750,00 Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi Di daerah kami, misalnya, masih banyak bahan tambang yang belum diolah. Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, harus mengikuti latihan paduan suara. Soekarno, Presiden I RI, merupakan salah seorang pendiri Gerakan Nonblok. Pejabat yang bertanggung jawab, sebagaimana dimaksud pada ayat 3, wajib menindaklanjuti laporan dalam waktu paling lama tujuh hari. Tanda koma dapat dipakai di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat untuk menghindari salah baca/salah pengertian Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa daerah. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih. Tanya ? adalah sebuah tanda yang digunakan pada akhir kata atau kalimat yang menunjukkan sebuah pertanyaan. Adapun contoh pemakaian tanda tanya adalah sebagai berikut Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya Kapan Hari Pendidikan Nasional diperingati? Siapa pencipta lagu “Indonesia Raya”? Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan Monumen Nasional mulai dibangun pada tahun 1961 ?. Di Indonesia terdapat 740 ? bahasa daerah. 4. Tanda Seru ! Adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan sebuah kalimat perintah atau kalimat yang menunjukkan emosi/perasaan. Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Adapun contoh pemakaian tanda seru adalah sebagai berikut Alangkah indahnya taman laut di Bunaken! Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia! Bayarlah pajak tepat pada waktunya! Masa! Dia bersikap seperti itu? Merdeka! 5. Tanda Titik Dua Adalah tanda yang digunakan untuk memisahkan sebuah perincian dan digunakan pada naskah drama untuk memisahkan antara nama dan dialog. Adapun contoh pemakaian tanda titik dua adalah sebagai berikut Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian Mereka memerlukan perabot rumah tangga kursi, meja, dan lemari. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan hidup atau mati. Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari. Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputia. persiapan,b. pengumpulan data,c. pengolahan data, dand. pelaporan. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian Ketua Ahmad WijayaSekretaris Siti AryaniBendahara Aulia Arimbi Narasumber Prof. Dr. Rahmat EffendiPemandu Abdul Gani, Sri Astuti Amelia, Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama untuk menunjukkan dialog langsung Ibu “Bawa koper ini, Nak!”Amir “Baik, Bu.”Ibu “Jangan lupa, letakkan baik-baik!” Tanda titik dua dipakai di antara a jilid atau nomor dan halaman, b surah dan ayat dalam kitab suci, c judul dan anak judul suatu karangan, serta d nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka Horison, XLIII, No. 8/2008 8 Surah Albaqarah 2—5 Matius 2 1—3 Dari Pemburu ke Terapeutik Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta Pusat Bahasa. 6. Tanda Titik Koma ; Adalah tanda yang digunakan sebagai kata ganti penghubung, biasanya seringkali digunakan untuk memisahkan antara kalimat setara yang satu dengan yang lainnya. Adapun contoh pemakaian tanda titik koma adalah sebagai berikut Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung Tujuannya untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku. Ayah menyelesaikan pekerjaan; Ibu menulis makalah; Adik membaca cerita pendek. Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah1 berkewarganegaraan Indonesia;2 berijazah sarjana S-1;3 berbadan sehat; dan4 bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma – Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; pisang, apel, dan jeruk. – Agenda rapat ini meliputia. pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara;b. penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; danc. pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi 7. Tanda Hubung - Adalah tanda yang digunakan untuk menggabungkan atau memisahkan kata. Adapun contoh pemakaian tanda hubung adalah sebagai berikut Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal pergantian baris – Di samping cara lama, diterapkan juga ca-ra baru …. – Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-put laut. – Kini ada cara yang baru untuk meng-ukur panas. – Parut jenis ini memudahkan kita me-ngukur kelapa. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan mengorek-ngorek Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu 11-11-2013 p-a-n-i-t-i-a Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan ber-evolusi meng-ukur dua-puluh-lima ribuan 25 x 23/25 dua-puluh-tiga perdua-puluh-lima mesin hitung-tangan Tanda hubung dipakai untuk merangkai se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital se-Indonesia, se-Jawa Barat; ke- dengan angka peringkat ke-2; angka dengan –an tahun 1950-an; kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan; e. kata dengan kata ganti Tuhan ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu; huruf dan angka D-3, S-1, S-2; dan kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing di-sowan-i bahasa Jawa, didatangi’ ber-pariban bahasa Batak, bersaudara sepupu’ di-back up me-recall pen-tackle-an Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta. Akhiran -isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi pembetonan. 8. Tanda Pisah - Adalah tanda yang digunakan untuk memberi penjelasan di luar kalimat. Adapun contoh pemakaian tanda pisah adalah sebagai berikut Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar kalimat Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jika kita mau berusaha keras. Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional. Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia—amanat Sumpah Pemuda—harus terus digelorakan. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti sampai dengan’ atau sampai ke’ Tahun 2010—2013 Tanggal 5—10 April 2013 Jakarta—Bandung 9. Tanda Elipsis … Adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan jika dialog belum selesai, jeda pada dialog, atau penurunan suara. Adapun contoh pemakaian tanda elipsis adalah sebagai berikut Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan Penyebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah …. …, lain lubuk lain ikannya. Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog “Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?” “Jadi, simpulannya … oh, sudah saatnya istirahat.” 10. Tanda Kurung Adalah tanda yang digunakan untuk mengapit tambahan keterangan. Adapun contoh pemakaian tanda kurung adalah sebagai berikut Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan Dia memperpanjang surat izin mengemudi SIM. Warga baru itu belum memiliki KTP kartu tanda penduduk. Lokakarya workshop itu diadakan di Manado. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” nama tempat yang terkenal di Bali ditulis pada tahun 1962. Keterangan itu lihat Tabel 10 menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan Dia berangkat ke kantor selalu menaiki bus Transjakarta. Pesepak bola kenamaan itu berasal dari Kota Padang. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian Faktor produksi menyangkut a bahan baku, b biaya produksi, dan c tenaga kerja. Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan1 akta kelahiran,2 ijazah terakhir, dan3 surat keterangan kesehatan. 11. Tanda Kurung Siku [] Adalah tanda yang digunakan untuk mengapit kata, kelompok kata yang digunakan sebagai koreksi yang biasanya digunakan untuk membenarkan di dalam naskah. Adapun contoh pemakaian tanda kurung siku adalah sebagai berikut Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia. Ulang tahun [Proklamasi Kemerdekaan] Republik Indonesia dirayakan secara khidmat. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung Persamaan kedua proses itu perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38] perlu dibentangkan di sini. 12. Tanda Petik ” “ Adalah tanda yang digunakan untuk mengutip sesuatu, biasanya digunakan untuk mengutip dialog di dalam sebuah naskah cerita. Adapun contoh pemakaian tanda kurung petik adalah sebagai berikut Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya. “Kerjakan tugas ini sekarang!” perintah atasannya. “Besok akan dibahas dalam rapat.” Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.” Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 125 buku itu. Marilah kita menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”! Film “Ainun dan Habibie” merupakan kisah nyata yang diangkat dari sebuah novel. Saya sedang membaca “Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia” dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. Makalah “Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif” menarik perhatian peserta seminar. Perhatikan “Pemakaian Tanda Baca” dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus “Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi. Dilarang memberikan “amplop” kepada petugas! 13. Tanda petik Tunggal Adalah tanda yang digunakan untuk mengutip sesuatu seperti makna, ungkapan, atau terjemahan. Adapun contoh pemakaian tanda kurung tunggal adalah sebagai berikut Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain Tanya dia, “Kaudengar bunyi kring-kring’ tadi?” “Kudengar teriak anakku, Ibu, Bapak pulang!’, dan rasa letihku lenyap seketika,”ujar Pak Hamdan. “Kita bangga karena lagu Indonesia Raya’ berkumandang di arena olimpiade itu,” kata Ketua KONI. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan tergugat yang digugat’ retina dinding mata sebelah dalam’ noken tas khas Papua’ tadulako panglima’ marsiadap ari saling bantu’ tuah sakato sepakat demi manfaat bersama’ policy kebijakan’ wisdom kebijaksanaan’ money politics politik uang’ 14. Tanda Garis Miring / Adalah tanda yang digunakan untuk nomor surat, nomor pada alamat, selain itu juga digunakan sebagai pengganti kata atau. Adapun contoh pemakaian tanda garis miring adalah sebagai berikut Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim Nomor 7/PK/II/2013Jalan Kramat III/10tahun ajaran 2012/2013 Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, serta setiap mahasiswa/mahasiswi = mahasiswa dan mahasiswi’ dikirimkan lewat darat/laut = dikirimkan lewat darat atau lewat laut’ buku dan/atau majalah = buku dan majalah atau buku atau majalah’ harganya = harganya setiap lembar’ Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain Buku Pengantar Ling/g/uistik karya Verhaar dicetak beberapa kali. Asmara/n/dana merupakan salah satu tembang macapat budaya Jawa. Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank. 16. Tanda Penyingkat atau Apostrof Adalah tanda yang dipakai untuk menyingkat kata yang hilang dari bagian huruf atau kata atau angka dalam kata-kata tertentu. Adapun contoh pemakaian tanda penyingkat adalah sebagai berikut Dia kan kusurati. kan = akan Mereka sudah datang, kan? kan = bukan Malam lah tiba. lah = telah 5-2-’13 ’13 = 2013 Itulah informasi ejaan dan tanda baca yang bisa Mamikos bagikan terkait 100+ contoh kata ejaan dan tanda baca bahasa Indonesia yang benar. Mamikos infokan kembali, bahwa ejaan adalah bagian bentuk dari karakter dalam sebuah kata yang dipisahkan dengan spasi maupun tanda pisah. Sedangkan, tanda baca adalah suatu bentuk simbol yang berguna untuk membuat susunan kalimat menjadi beraturan dan untuk memberikan tekanan atau nada atau intonasi pada suatu kalimat. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, silakan kunjungi situs Mamikos ya! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Contoh Kalimat efektif dapat dipahami sebagai suatu kalimat yang memiliki susunan sempurna, sehingga bisa dengan mudah dipahami oleh orang lain, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Kalimat efektif biasanya dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau gagasan kepada orang lain. Oleh karena itu, apabila ada orang yang menyimak sesuatu, namun tidak paham, bisa jadi kalimat tersebut tidak ditulis secara efektif. Salah satu cara mengetahui suatu kalimat efektif atau tidak efektif dapat dilihat berdasarkan pemahaman dari pembaca maupun pendengar. Apabila pembaca atau pendengar dapat menyampaikan gagasan, perasaan, pesan, atau pemberitahuan dari pemberi pesan, Maka kalimat tersebut dapat dikatakan sebagai kalimat efektif. Pada artikel ini, Kita akan mempelajari tentang syarat dan contoh kalimat efektif. Namun, pada saat membahas mengenai contoh kalimat efektif, tidak lengkap apabila tidak membahas juga tentang syarat atau ciri-ciri dari kalimat efektif. Nah, berikut ini akan disajikan contoh kalimat efektif dan kalimat tidak efektif beserta pembahasannya. A. Contoh Kalimat Efektif dan Tidak EfektifB. Ciri-Ciri Kalimat Efektif1. Memiliki Struktur yang Sepadana. Memiliki subjek dan predikat yang jelasb. Tidak terdapat subjek gandac. Tidak menggunakan kata penghubungd. Tidak menggunakan kata yang’ untuk mendahului predikat2. Memiliki Bentuk yang Paralel3. Memiliki Kata yang Hemata. Menghilangkan pengulangan subjekb. Menghindari kesinoniman dalam satu kalimatc. Memperhatikan kata jamakd. Menghindari Pemakaian Superordinat pada hiponimi kata4. Kecermatan Penalaran6. Kelogisan Bahasa7. Menggunakan Ejaan dan Kaidah Kebahasaan yang BakuRekomendasi Buku & Atikel Terkait Contoh Kalimat EfektifKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait 1. Kalimat tidak efektif Surabaya adalah merupakan salah satu kota besar di Indonesia Kalimat efektif Surabaya merupakan satu di antara kota besar di Indonesia. 2. Kalimat tidak efektif Demi untuk anaknya, Bu Susi rela bekerja seharian Kalimat efektif Demi anaknya, Bu Susi rela bekerja seharian 3. Kalimat tidak efektif Ada banyak macam-macam makanan yang dijual di restoran itu. Kalimat efektif Ada macam-macam makanan yang dijual di restoran itu. 4. Kalimat tidak efektif Saran yang dikemukakan olehnya akan dipertimbangkan oleh kami Kalimat efektif Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan 5. Kalimat tidak efektif Budi adalah anak paling terpintar di kelasnya Kalimat efektif Budi paling pintar di kelasnya 6. Kalimat tidak efektif Suasana di pasar sangat ramai sekali Kalimat efektif Suasana di pasar sangat ramai 7. Kalimat tidak efektif Hari ini para siswa-siswa sekolah SMA 1 diliburkan Kalimat efektif Hari ini para siswa SMA 1 diliburkan 8. Kalimat tidak efektif Riana rajin belajar agar supaya menjadi pintar Kalimat efektif Riana rajin belajar agar menjadi pintar 9. Kalimat tidak efektif Meski cantik, namun Vina tidak sombong Kalimat efektif Meski cantik, Vina tidak sombong 10. Kalimat tidak efektif Setelah bekerja seharian, kemudian Putri beristirahat Kalimat efektif Setelah bekerja seharian, Putri beristirahat 11. Kalimat tidak efektif Baik mahasiswa baru atau mahasiswa lama dikenakan peraturan yang sama Kalimat efektif Seluruh mahasiswa dikenakan peraturan yang sama 12. Kalimat tidak efektif Taufik adalah merupakan salah satu atlet berprestasi Kalimat efektif Taufik adalah salah seorang atlet berprestasi 13. Kalimat tidak efektif Walau masih pagi, tapi Pak Joko sudah beraktivitas Kalimat efektif Walau masih pagi, Pak Joko sudah beraktivitas 14. Kalimat tidak efektif Minggu kemarin banyak para pegawai yang melakukan demonstrasi Kalimat efektif Minggu kemarin, banyak pegawai yang melakukan demonstrasi 15. Kalimat tidak efektif Anggi pergi ke pasar dan Anggi membeli sayur Kalimat efektif Anggi pergi ke pasar dan membeli sayur B. Ciri-Ciri Kalimat Efektif Sebelum membahas tentang contoh kalimat efektif, ada baiknya Kita mengulas terlebih dahulu tentang ciri-ciri dari kalimat efektif. Ciri-ciri sendiri akan sangat berguna pada saat Kamu hendak mengidentifikasi, apakah suatu kalimat itu efektif atau tidak efektif. Nah, berikut ini adalah ciri-ciri dari kalimat efektif, diantaranya yaitu 1. Memiliki Struktur yang Sepadan Ciri yang pertama dari kalimat efektif adalah suatu kalimat harus memiliki susunan atau struktur yang sepadan. Arti struktur yang sepadan sendiri dapat dipahami apabila dalam suatu kalimat memuat subjek dan predikat yang jelas, sehingga gagasan atau informasi yang dingin disampaikan oleh penulis atau pembicara dapat tersampaikan dengan tepat. Beberapa syarat yang perlu dimiliki suatu kalimat agar bisa disebut sebagai kalimat efektif yaitu, sebagai berikut a. Memiliki subjek dan predikat yang jelas Adanya subjek dan predikat yang jelas merupakan syarat suatu kalimat efektif. Hal yang perlu dilakukan ketika membuat kalimat efektif yaitu, menghindari pemakaian kata depan sebelum penyusun subjek pada kalimat. Misalnya seperti di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, terkait, dana lain sebagainya. – Contoh kalimat tidak efektif Bagi seluruh peserta ujian diharapkan hadir tepat waktu. – Contoh kalimat efektif Seluruh peserta ujian diharapkan hadir tepat waktu. b. Tidak terdapat subjek ganda Suatu kalimat efektif yakni tidak diperbolehkan untuk memiliki dua subjek. Dua subjek dalam suatu kalimat dapat menyebabkan adanya penyampaian informasi atau gagasan yang tidak fokus kepada pembaca atau pendengar. Contoh Contoh kalimat tidak efektif Penyusunan laporan akhir itu saya dibantu oleh para karyawan. Contoh kalimat efektif Dalam menyusun laporan akhir itu, saya dibantu oleh para karyawan. Pada kalimat pertama, terdapat dua subjek yaitu penyusunan laporan itu’ dan saya’. c. Tidak menggunakan kata penghubung Kata hubung dapat mengakibatkan suatu kalimat menjadi tidak mudah untuk dipahami oleh pembaca atau pendengar. Oleh karena itu, penggunaan kata hubung sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan saja. – Contoh kalimat tidak efektif Kami ketinggalan bus. sehingga kami datang agak terlambat. – Contoh kalimat efektif Kami ketinggalan bus. Oleh karena itu, kami datang agak terlambat. d. Tidak menggunakan kata yang’ untuk mendahului predikat Penggunaan kata yang’ dalam suatu kalimat dapat menjadikan struktur kalimat dapat kehilangan fungsi dari predikatnya. – Contoh kalimat tidak efektif Sekolah kami yang terletak di belakang Kantor Gubernur Jawa Timur. – Contoh kalimat efektif Sekolah kami terletak di belakang Kantor Gubernur Jawa Timur. Kalimat yang memenuhi syarat kesepadanan struktur dapat membuat sebuah gagasan atau informasi dapat tersampaikan dengan lebih mudah. Tentunya hal ini juga akan semakin memudahkan pembaca atau pendengar untuk memahaminya. Kesepadanan struktur pada akhirnya mencegah pembicara dengan pendengar atau pembaca dengan penulis untuk tidak efektif paham. 2. Memiliki Bentuk yang Paralel Ciri yang kedua dari kalimat efektif adalah kalimat harus memiliki bentuk yang paralel. Paralel sendiri dapat diartikan sebagai sejajar. Hal ini berarti, apabila suatu kalimat memiliki bentuk pertama yakni kata benda. Maka kalimat selanjutnya juga harus memiliki bentuk kata benda. Cara ini pun bisa berlaku untuk kalimat yang bentuk pertamanya menggunakan kata kerja. Alhasil, kalimat selanjutnya harus memiliki bentuk yang memakai kata kerja juga. Contoh kalimat tidak efektif Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. Kalimat di atas tidak bisa disebut sebagai kalimat efektif. Pasalnya, kalimat tersebut tidak memiliki bentuk yang paralel. Dalam membuat kalimat efektif yang memenuhi syarat keparalelan bentuk, sebuah kata yang memiliki fungsi sebagai predikat tidak memiliki bentuk yang sama. Oleh karena itu, supaya kalimat bisa menjadi efektif, maka predikat dapat dilakukan pengubahan sehingga menjadi kata benda yang semua. Contoh kalimat efektif Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. 3. Memiliki Kata yang Hemat Ciri kalimat efektif yang ketiga adalah memiliki kata yang hemat. Kalimat yang memiliki kata hemat yaitu kalimat yang disusun tanpa memakai banyak kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu. Beberapa cara yang bisa Kamu lakukan untuk menyusun kalimat yang hemat kata yaitu, sebagai berikut a. Menghilangkan pengulangan subjek Kalimat yang hemat kata berarti penyebutan subjek hanya perlu digunakan sebanyak satu kali saja dalam satu kalimat. Oleh karena itu, apabila kalimat yang Kamu buat memiliki dua subjek, maka penyebutannya cukup satu kali saja dan tidak perlu diulang. – Contoh kalimat tidak efektif Karena dia tidak diajak, dia tidak datang ke rumah Nina. – Contoh kalimat efektif Karena tidak diajak, dia tidak datang ke rumah Nina. Hal yang perlu diperhatikan dari kedua contoh kalimat di atas adalah tidak adanya pengulangan kata dia’. b. Menghindari kesinoniman dalam satu kalimat Kalimat yang hemat kata berarti dalam satu kalimat cukup menggunakan satu kata dengan satu makna saja. Apabila dalam satu kalimat terdapat dua kata yang pada dasarnya memiliki makna yang sama atau biasa disebut juga sebagai sinonimnya. Maka, Kamu hanya perlu menggunakan tidak efektif satu kata tersebut. – Contoh kalimat tidak efektif Sejak dari pagi dia baru menulis namanya. – Contoh kalimat efektif Sejak pagi dia baru menulis namanya. Penggunaan kata sejak’ dan dari’ merupakan kata yang memiliki makna yang sama atau sinonim, sehingga dalam sebuah kalimat efektif hanya perlu menggunakan tidak efektif satunya. c. Memperhatikan kata jamak Kalimat yang hemat kata yaitu tidak adanya penambahan kata yang sudah memiliki makna jamak. Oleh karena itu, pada saat Kamu menemukan kata jamak dalam suatu kalimat, maka tidak perlu dilakukan penambahan kata lain yang memiliki makna jamak. Contoh – Contoh kalimat tidak efektif Hadirin sekalian dimohon naik ke panggung. – Contoh kalimat efektif Hadirin dimohon naik ke panggung. Penggunaan kata hadirin’ dalam suatu kalimat pada dasarnya sudah memiliki makna jamak, sehingga tidak perlu menambahkan kata sekalian’ setelah kata hadirin. d. Menghindari Pemakaian Superordinat pada hiponimi kata Kalimat yang hemat kata yakni kalimat yang memiliki hiponimi kata satu saja. – Contoh kalimat tidak efektif Peserta ujian nasional wajib memakai celana warna hitam. – Contoh kalimat efektif Peserta ujian nasional wajib memakai celana hitam. Dalam prinsip kehematan kata, penggunaan kata yang berlebihan dalam menyusun kalimat dapat menjadikan suatu kalimat terkesan bertele-tele atau terlalu panjang. Penyampaian suatu informasi yang diinginkan akan menjadi sulit untuk dipahami oleh pendengar atau pembaca. Maka dari itu, dalam menyusun kalimat cukup menggunakan beberapa kata yang hanya diperlukan, sehingga dapat disebut sebagai kalimat yang efektif. 4. Kecermatan Penalaran Syarat kalimat efektif yang keempat adalah kecermatan penalaran. Kecermatan penalaran memiliki fungsi yang penting karena dapat mencegah adanya makna ganda ketika membaca kalimat. Oleh karena itu, supaya suatu kalimat dapat memiliki kecermatan penalaran, Kamu perlu memperhatikan pemilihan kata dalam menyusun kalimat. Contoh kalimat tidak efektif Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Kalimat di atas bisa menimbulkan tafsir ganda atau pemaknaan ganda oleh pembaca. Hal itu dikarenakan ada kata yang belum jelas terkait mahasiswa yang terkenal atau perguruan tingginya yang terkenal. Ada dua bentuk yang bisa Kamu lakukan ketika ingin mengubah kalimat tersebut agar menjadi lebih jelas dan efektif. Mahasiswa terkenal itu menerima hadiah. Kamu bisa menggunakan bentuk kalimat ini apabila ingin menyampaikan informasi bahwa mahasiswa itu yang terkenal. Penggunaan kata perguruan tinggi’ bisa dihilangkan saja dan tidak perlu disebutkan. Hal itu dikarenakan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mahasiswa sudah pasti berkuliah di perguruan tinggi. Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. Kamu bisa menggunakan bentuk kalimat ini apabila ingin menyampaikan informasi bahwa perguruan tingginya yang terkenal. Cara penyusunnya pun hampir sama seperti yang dijelaskan di atas. 6. Kelogisan Bahasa Syarat kalimat efektif yang kelima adalah harus memiliki kelogisan bahasa. Kelogisan bahasa dalam suatu kalimat bisa dipahami sebagai ide yang terdapat dalam suatu kalimat dapat diterima dan dipahami oleh akal. Selain itu, kelogisan bahasa juga dapat dilihat dari cara penulisannya yang sesuai atau tidak dengan ejaan yang berlaku. Contoh kalimat yang tidak efektif a. Waktu dan tempat kami persilakan. b. Jenazah wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di sekitar pasar. Kedua kalimat di atas tidak logis. Coba kamu perhatikan, deh. Pada contoh pertama, masa yang dipersilakan waktu dan tempat, sih? Emangnya waktu dan tempat mau dipersilakan ke mana? Terus pada contoh kedua, masa jenazahnya mondar-mandir di pasar? Kan serem? Contoh kalimat yang efektif a. Kepada Bapak Lurah, kami persilakan. b. Sebelum meninggal, wanita yang ditemukan jenazahnya itu sering mondar-mandir di sekitar pasar. Pada contoh pertama, ganti kata waktu dan tempat’ menjadi subjek berupa orang yang akan diberi waktu dan tempat untuk berbicara, yaitu Bapak Lurah. Sedangkan pada contoh kedua, ubah subjeknya menjadi wanita’, bukan jenazah wanita’. Setelah itu, tambahkan kata sebelum meninggal’ untuk memperjelas kapan wanita tersebut mondar-mandir di pasar. 7. Menggunakan Ejaan dan Kaidah Kebahasaan yang Baku Cara menyusun kalimat efektif dengan bahasa Indonesia bisa dilakukan berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia PUEBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI. Contoh kalimat tidak efektif Ayahku memperjuangkan karirnya dengan baik. Apabila berdasarkan pada PUEBI, maka kalimat tersebut termasuk kalimat tidak efektif. Hal itu dikarenakan penggunaan kata karir’ tidak sesuai dengan ejaan yang benar. Ejaan yang benar adalah karier.’ Contoh kalimat efektif Ayahku memperjuangkan kariernya dengan baik. Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Contoh Kalimat Efektif ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Pengertian Kalimat Efektif1. JS Badudu2. Arif HP 20133. Rahayu 20074. Arifin 19895. Nasucha, Rohmadi dan Wahyudi 2009Syarat Kalimat Efektif1. Sesuai EYD2. Sistematis3. Tidak ambigu4. Tidak bertele-teleCiri-ciri Kalimat Efektif1. Struktur yang sepadan2. Pemilihan kata3. Makna kalimat tegas4. Kesejajaran bentuk5. Kalimat logisUnsur-unsur Kalimat Efektif1. Subjek S2. Predikat P3. Obyek O4. Keterangan K5. Pelengkap PelStruktur Kalimat Efektif1. Struktur kalimat efektif umum2. Struktur kalimat efektif paralel3. Struktur kalimat efektif periodikContoh Kalimat Efektif Syarat Kalimat Efektif. Sebagian besar orang pasti pernah belajar mengenai penulisan kalimat efektif ketika duduk di bangku sekolah, termasuk syarat kalimat efektif. Seorang penulis harus memahami betul syarat kalimat efektif sebelum membuat tulisan, supaya karyanya lebih mudah dipahami dan pesannya pun tersampaikan kepada pembaca. Karena, penulisan kalimat tidak efektif tidak sembarangan. Ada beberapa unsur, ciri-ciri dan berbagai macam struktur penulisannya untuk memenuhi syarat kalimat efektif. Penulisan kalimat yang tidak efektif akan terkesan bertele-tele, ambigu dan tidak jelas pesannya. Bahkan, pembaca mungkin cepat bosan atau justru tidak tertarik untuk membacanya sejak awal. Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Adapun kaidah-kaidah yang berlaku tersebut, meliputi unsur-unsur penting bahasa Indonesia yang harus ada dalam setiap kalimat, memperhatikan ejaan yang disempurnakan EYD dan pemilihan diksi sebagai syarat kalimat efektif. Kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah penulisan itu pastinya akan mudah dipahami oleh pembaca. Dalam arti kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pembaca cepat untuk memahaminya. Para ahli pun memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai syarat kalimat efektif. Berikut ini, beberapa pandangan ahli. 1. JS Badudu Menurut JS Badudu, kalimat efektif adalah kalimat baik karena apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh si penulis dalam bahasa tulis bisa diterima dan dipahami oleh pembaca dalam bahasa tulis. 2. Arif HP 2013 Arif berpendapat kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang bisa membantu menjelaskan suatu persoalan secara lebih singkat, padat, jelas dan mudah dipahami serta diartikan oleh pembacanya. 3. Rahayu 2007 Kalimat efektif adalah kalimat yang tak hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, sintaksis dan gramatikal, tetapi juga kalimat ini harus hidup, segar, mudah dipahami dan bisa menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. 4. Arifin 1989 Arifin mengatakan kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas dan enak dibaca. 5. Nasucha, Rohmadi dan Wahyudi 2009 Menurut Nasucha, Rohmadi dan Wahyudi, kalimat efektif adalah kalimat yang bisa menyampaikan informasi-informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Baca Juga Kalimat Efektif Pengertian, Prinsip, Karakteristik dan Contoh Lengkapnya Syarat Kalimat Efektif Menulis kalimat efektif juga tidak sembarangan, karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ini, beberapa syarat kalimat efektif yang harus dipahami penulis. 1. Sesuai EYD Syarat kalimat efektif harus menggunakan tanda baca maupun ejaan yang disempurnakan EYD. Karena, EYD adalah kaidah utama dalam penulisan kalimat bahasa Indonesia sehingga harus menggunakan kata-kata dengan ejaan yang benar. Kalimat efektif juga harus menggunakan tanda baca yang tepat dan benar, supaya maknanya jelas. Perhatikan fungsi penggunaan tanda seru, tanda tanya, koma hingga titik dalam sebuah kalimat. Penerapan EYD dan tanda baca yang benar ini termasuk ketentuan dasar yang wajib dipahami dan diterapkan dalam penulisan kalimat efektif. 2. Sistematis Susunan kalimat yang tepat atau sistematis termasuk syarat kalimat efektif. Kalimat yang efektif memiliki susunan utama subjek dan predikat, lalu diikuti objek, pelengkap dan keterangan. Susunan yang sistematis ini perlu diperhatikan, karena penggunaan kata-kata baku sesuai EYD dengan susunan yang berantakan belum bisa disebut sebagai kalimat efektif. Susunan kata dan kalimat yang sistematis ini akan memudahkan pembaca memahami isi dan tujuan penulis. Oleh karena itu, penulis sangat perlu mengoreksi tulisannya untuk memastikan hasilnya sudah sesuai syarat kalimat efektif atau belum. 3. Tidak ambigu Syarat kalimat efektif yang ketiga adalah sebuah kalimat juga tidak boleh bermakna ganda atau bersifat multitafsir. Jadi, Anda tak cukup memperhatikan penggunaan kata bermakna ganda, tetapi juga jangan membuat kalimat menjadi multitafsir ketika dibaca. Kalimat yang multitafsir ini disebabkan oleh pemilihan kata atau susunan kata yang kurang tepat, sehingga bisa dipastikan itu bukan kalimat efektif. Akibatnya, pembaca akan kesulitan dan ragu-ragu memahami maksud penulis. 4. Tidak bertele-tele Penggunaan kata yang ringkas dan jelas juga syarat kalimat efektif. Maksudnya, penulis tidak perlu membuat kalimat yang bertele-tele dengan menghindari penggunaan kata, frasa atau bentuk lain yang tak perlu. Penggunaan kata yang ringkas atau hemat dalam kalimat efektif juga termasuk, menghindari pengulangan subjek, menghindari sinonim kata dalam satu kalimat dan perhatikan kata jamak. Jadi, penulis tidak perlu menyebutkan subjek lebih dari 1 kali dalam satu kalimat, jangan gunakan kata dan sinonimnya dalam satu kalimat, jangan menambahkan kata lain yang bermakna jamak bila sudah ada. Sebab, penggunaan kata yang bertele-tele bisa membuat maknanya lebih sulit dipahami atau bias. Jadi, perhatikan penggunaan kata Anda dalam suatu kalimat efektif. Baca Juga Teknik Menulis Menggunakan Rangkaian Kalimat Efektif Ciri-ciri Kalimat Efektif Syarat kalimat efektif bukan satu-satunya yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah karya. Penulis juga harus memahami ciri-ciri kalimat efektif sebelum menulis. Berikut ini, beberapa ciri-ciri kalimat efektif yang perlu dipahami. 1. Struktur yang sepadan Ciri-ciri pertama kalimat efektif adalah kesepadanan struktur yang juga termasuk dalam syarat kalimat efektif. Maksudnya, penulis harus mempertimbangkan gagasan dan struktur yang dipakai harus seimbang. Caranya, pastikan kalimat memiliki subjek dan predikat yang jelas dengan menghindari penggunaan kata depan sebelum subjek, kalimat tidak memiliki subjek ganda sehingga tidak fokus dan sulit dipahami, serta predikat dalam kalimat juga tidak didahului oleh kata “yang”. Karena, penggunaan kata “yang” justru menghilangkan unsur predikat dalam suatu kalimat. Struktur yang sepadan salah satu ciri-ciri kalimat efektif untuk membantu pembaca lebih mudah memahami gagasan penulis. 2. Pemilihan kata Syarat kalimat efektif adalah ringkas, jelas dan tidak bertele-tele. Karena itu pemilihan kata yang efisien dan hemat menjadi salah satu ciri-ciri kalimat efektif. Pastikan Anda tidak menggunakan kata bermakna sama dalam satu kalimat. Dua hal yang menyebabkan kalimat tidak efektif terkait dengan pemilihan kata, yakni penggunaan kata jamak dan kata bersinonim dalam satu kalimat. Jadi, penulis cukup menggunakan kata yang dinilai perlu dan wajib dalam satu kalimat efektif. Kemudian Anda bisa menggunakan tanda baca. Penggunaan kata yang tidak perlu akan membuat kalimat terkesan bertele-tele, bias dan lebih sulit dipahami. 3. Makna kalimat tegas Penulisan dengan panduan EYD memang salah satu syarat kalimat efektif, tetapi bukan berarti susunan kalimatnya harus didahului subjek dan diikuti predikat. Anda bisa menuliskan predikat lebih dulu sebelum subjek untuk memberikan penegasan. Sedangkan, keterangan yang berada di bagian depan berfungsi untuk mempertegas kalimat tersebut. Kalimat efektif cenderung memiliki susunan yang jelas dan tegas, supaya pembaca lebih mudah memahami gagasan penulis. 4. Kesejajaran bentuk Kesejajaran bentuk juga salah satu ciri-ciri kalimat efektif. Kesejajaran bentuk ini berkaitan dengan penggunaan kata imbuhan dalam suatu kalimat. Kalimat efektif harus memiliki imbuhan paralel dan konsisten. Bila penulis menggunakan kata imbuhan me-, maka kalimat tersebut juga memakai keterangan dengan imbuhan me- lagi. 5. Kalimat logis Kalimat efektif harus bersifat logis sebagai salah satu ciri-cirinya. Maksudnya, kalimat efektif memiliki makna yang tidak ambigu agar mudah dipahami. Makna yang tidak multitafsir ini juga termasuk syarat kalimat efektif. Jadi, pastikan Anda memilih kata yang tidak bermakna ganda, bukan sinonim dan tidak janggal untuk membentuk kalimat efektif. Baca Juga Contoh Teks Biografi yang Bisa Kamu Jadikan Referensi Unsur-unsur Kalimat Efektif Unsur-unsur dalam penulisan sebuah kalimat salah satu hal yang harus diperhatikan dalam syarat kalimat efektif. Karena, kalimat yang efektif pastinya memenuhi unsur-unsur berikut ini. 1. Subjek S Subjek adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku atau tokoh, yang bisa berupa orang, benda, tempat atau suatu masalah yang menjadi pokok pembicaraan. Subjek termasuk syarat kalimat efektif, yang biasanya berupa jenis kata benda nominal, klausa atau frasa verbal. Dalam Bahasa Indonesia, setiap kata, frasa atau klausa pembentuk subjek selalu merujuk pada benda, baik benda konkret atau abstrak. Selain itu, subjek juga bisa berupa kata tanya, seperti siapa atau apa untuk menanyakan predikat. 2. Predikat P Predikat adalah bagian kalimat yang berfungsi memberi tahu kondisi atau tindakan yang dilakukan subjek. Selain memberi tahu kondisi atau tindakan subjek, predikat juga bisa menyatakan sifat, situasi, status, ciri atau jatidiri subjek. Bahkan, predikat sebagai syarat kalimat efektif juga bisa menyatakan jumlah benda atau sesuatu yang dimiliki oleh subjek. Predikat bisa berupa kata atau frasa, yang sebagian besar berupa verba atau adjektiva. Tetapi, predikat juga bisa berupa numeralia, nomina atau frasa nominal. 3. Obyek O Obyek adalah bagian kalimat yang menunjukkan benda atau sesuatu hal menjadi sasaran untuk melengkapi predikat. Objek sebagai syarat kalimat efektif biasanya berupa nomina, frasa nominal atau klausa. Umumnya, posisi objek berada di belakang predikat yang berupa verba transitif, yakni verba yang menuntut adanya objek dari kalimat lebih jelas. Objek dalam sebuah kalimat bisa berubah menjadi subjek bila kalimatnya dipasifkan. 4. Keterangan K Keterangan adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai kata lainnya. Unsur keterangan dalam syarat kalimat efektif berfungsi menjelaskan subjek, predikat, objek dan pelengkap. Posisinya bisa berada di awal, di tengah atau di akhir kalimat. Keterangan dalam sebuah kalimat bisa berupa waktu, tempat, tujuan dan sebab-akibat. Keterangan biasanya ditandai dengan penggunaan konjungsi atau kata hubung. 5. Pelengkap Pel Pelengkap adalah bagian dalam kalimat yang melengkapi predikat. Umumnya, pelengkap berada di belakang predikat yang juga bisa menjadi posisi objek dan berupa verba. Kata yang mengisi pelengkap dan objek pun sama, yakni bisa berupa nomina, frasa, nominal dan klausa. Perbedaannya, kata pelengkap tidak bisa dipindahkan ke depan sebagai subjek dalam kalimat pasif. Sedangkan, kata objek bisa dipindahkan sebagai subjek dalam kalimat pasif. Struktur Kalimat Efektif Syarat kalimat efektif tidak harus mencakup semua unsur kalimat, yakni subjek, predikat, objek, keterangan dan pelengkap SPOK + Pel. Karena, struktur kalimat efektif terbagi menjadi 3 macam dan tak semuanya harus tersusun membentuk SPOK untuk memenuhi syarat kalimat efektif. Berikut ini, penjelasan mengenai 3 macam struktur kalimat efektif. 1. Struktur kalimat efektif umum Struktur kalimat efektif umum biasanya terdapat unsur-unsur yang terbagi menjadi dua, yakni unsur wajib dan unsur tidak wajib. Unsur wajib sebagai syarat kalimat efektif adalah subjek dan predikat. Sedangkan, unsur tidak wajib adalah unsur yang boleh disertakan dan tidak disertakan, termasuk kata kerja bantu, keterangan dan pelengkap. Contoh struktur kalimat efektif umum Ibu sedang memasak. S-PIbu sedang memasak sayur di dapur. S-P-O-K 2. Struktur kalimat efektif paralel Struktur kalimat efektif paralel adalah struktur kalimat yang menggunakan bentuk bahasa sama dalam satu susunan serial untuk memenuhi syarat kalimat efektif. Struktur kalimat efektif paralel ini terbagi menjadi dua, yakni kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Jika, sebuah kalimat dinyatakan dengan frasa, maka ide yang sama harus dinyatakan dengan frase. Jika sebuah ide dalam suatu kalimat dinyatakan dengan kata benda, maka ide lain yang sama harus dinyatakan sebagai kata benda. Demikian pula, sebuah ide dalam kalimat yang dinyatakan dengan kata kerja, maka ide lainnya juga dijelaskan menggunakan kata kerja. Contoh struktur kalimat efektif paralel Demensia adalah penyakit orang lansia yang paling berbahaya sebab cara pencegahan dan pengobatannya belum diketahui. 3. Struktur kalimat efektif periodik Struktur kalimat efektif periodik adalah struktur kalimat yang lebih mengemukakan unsur-unsur tambahan baru untuk menuju unsur intinya. Struktur ini dilakukan agar bisa menarik perhatian pembaca sebagai syarat kalimat efektif. Contoh struktur kalimat efektif periodik Oleh mahasiswa kemarin jenazah yang busuk itu dikuburkan. O-K-S-POleh awan panas yang tersembur dari kepundan, dengan bantuan angin yang berkecepatan tinggi, hutan lindung di lereng bukit itu terbakar habis. O-K-S-PKemarin rombongan mahasiswa PKL dari UNESA disambut oleh mahasiswa jurusan PBSID UNDIKSHA. K-S-P-O Baca Juga Resensi Pengertian, Tujuan, Unsur dan Jenis-jenisnya Contoh Kalimat Efektif Berikut ini contoh-contoh kalimat yang sesuai dengan syarat kalimat efektif 1. Kalimat efektif Sehubungan dengan itu, dikemukakannya juga minat baca kaum remaja menurun. Kalimat tidak efektif Berhubungan itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin menurun. 2. Kalimat efektif Pembangunan jelas menuju zaman keemasan yang baru. Oleh karena itu, pembangunan menghendaki pengembangan bakat-bakat kebudayaan bangsa di segala lapangan, mulai dari hal-hal yang terlihat kecil sampai masalah-masalah besar. Kalimat tidak efektif Pembangunan jelas menuju zaman keemasan yang baru, menghendaki pengembangkan bakat-bakat pendukung kebudayaan bangsa di segala lapangan mulai dari hal-hal yang terlihat kecil, seperti mengatur rumah tangga, cara bergaul dan cara memperoleh hiburan sampai meningkatkan ke masalah-masalah besar, seperti pembangunan kota, memproduksi pangan, menciptakan berbagai bentuk kesenian baru, pendeknya segala soal yang membina kebudayaan baru. 3. Kalimat efektif Kalimat tersebut harus disusun sebaik-baiknya agar tidak membingungkan pembaca. Kalimat tidak efektif Kalimat tersebut harus disusun sedemikian rupa agar tidak membingungkan pembaca. 4. Kalimat efektif Karena keluarga dan kawan-kawan menasihati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu, kami berkeputusan untuk menginap di rumah penginapan penduduk. Kalimat tidak efektif Kami berkeputusan, karena keluarga kami dan kawan-kawan menasihati kami untuk tidak menginap di hotel besar itu untuk menginap di rumah penginapan penduduk. 5. Kalimat efektif Penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan agar mendapatkan kesempatan belajar dan menulis. Kalimat tidak efektif Penyusunan buku pelajaran ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada di pedesaan agar mereka mendapat kesempatan belajar membaca dan menulis. Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI – Untuk membuat kalimat yang baik, pemilihan kata dan bahasa sangat berperan penting. Bisa dibayangkan jika ketika memilih kata sudah salah, kalimat yang dihasilkan pasti juga tidak bagus. Di Indonesia, aturan mengenai penggunaan kata sudah diatur dalam Ejaan Yang Disempurnakan EYD pada Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI. Berbagai macam cara penulisan kata, hingga kata baku dan tidak baku juga disebutkan pada KBBI sebagai referensi penulisan. Yuk, simak ulasannya! Penulisan Kata Berdasarkan EYD KBBIDaftar IsiPenulisan Kata Berdasarkan EYD KBBI1. Penulisan Kata Dasar2. Penulisan Kata Berimbuhan3. Penulisan Bentuk Ulang4. Penulisan Gabungan Kata5. Penulisan Pemenggalan Kata6. Penulisan Kata Depan7. Penulisan Partikel8. Penulisan Singkatan dan Akronim9. Penulisan Angka dan Bilangan10. Penulisan Kata Ganti11. Penulisan Kata SandangPenutup Daftar Isi Penulisan Kata Berdasarkan EYD KBBI 1. Penulisan Kata Dasar 2. Penulisan Kata Berimbuhan 3. Penulisan Bentuk Ulang 4. Penulisan Gabungan Kata 5. Penulisan Pemenggalan Kata 6. Penulisan Kata Depan 7. Penulisan Partikel 8. Penulisan Singkatan dan Akronim 9. Penulisan Angka dan Bilangan 10. Penulisan Kata Ganti 11. Penulisan Kata Sandang Penutup Getty Images/Anna Ostanina Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diatur berbagai macam penggunaan kata, mulai dari kata baku untuk percakapan formal, hingga kata tidak baku untuk percakapan sehari-hari. Ada pula penjelasan mengenai arti kata dalam bahasa Indonesia, turunan kata, frase, serta informasi lainnya. KBBI dapat diakses secara online maupun melalui aplikasi sehingga lebih praktis. Agar kamu memahami penulisan kata yang benar menurut EYD KBBI, kali ini Mamikos akan memberikan referensi. 1. Penulisan Kata Dasar Berdasarkan PUEBI, kata dasar ditulis sebagai satu rangkaian atau kesatuan. Contoh Ruang kelas penuh sesak. Ayah pergi ke kantor. Kamus itu sangat berat. 2. Penulisan Kata Berimbuhan Kata berimbuhan adalah kata yang mendapatkan awalan, sisipan, akhiran, ataupun awalan dan akhiran. Penulisan imbuhan dilakukan serangkai dengan bentuk dasarnya. Apabila ada imbuhan yang didapatkan dari unsur asing -isme, -man, -wan, atau -wi, penulisannya serangkai dengan bentuk dasar. Contoh Berlari Berkesinambungan Memperbaiki Gemetar Keinginan Sastrawan Seniman Manusiawi Dinamisme Surgawi Bentuk kata berimbuhan terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Contoh Adibusana Antarkota Antibiotik Biokimia Demoralisasi Dwiwarna Ekstrakurikuler Infrastruktur Kontraindikasi Mancanegara Multilateral Narapidana Nonkolaborasi Paripurna Pascasarjana Pramusaji Prasejarah Proaktif Semiprofesional Subbagian Swadaya Telewicara Transmigrasi Tunakarya Tritunggal Apabila terdapat bentuk terikat yang diikuti kata dengan huruf awal kapital atau singkatan yang berupa huruf kapital, dirangkaikan dengan tanda hubung -. Contoh Anti-PKI Non-Amerika Non-ASEAN Pan-Afrikanisme Pro-Barat Apabila terdapat bentuk maha yang diikuti kata turunan mengacu pada nama atau sifat Tuhan maka ditulis terpisah dengan huruf awal kapital. Contoh Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Apabila bentuk maha diikuti kata dasar mengacu kepada nama atau sifat Tuhan, kecuali kata esa, maka ditulis serangkai. Contoh Bersyukurlah kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan banyak nikmat. 3. Penulisan Bentuk Ulang Aturan penulisan kata ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung - di antara unsur-unsurnya. Contoh kupu-kupu anak-anak lauk-pauk berlari-lari mondar-mandir hati-hati ramah-tamah terus-menerus sayur-mayur porak-poranda mata-mata serba-serbi tunggang-langgang Apabila ada bentuk ulang gabungan kata, penulisannya dilakukan dengan mengulang unsur pertama. Contoh Kisah klasik kisah-kisah klasik Kursi tua kursi-kursi tua Bus malam cepat bus-bus malam cepat Pada kasus bentuk ulang yang memiliki huruf kapital, seperti pada nama lembaga, dokumen, atau judul buku, bentuk ulang sempurna diberi huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya. Bentuk ulang lain diberi huruf kapital hanya diberi pada huruf pertama unsur pertamanya. Contoh Pembicara mempresentasikan hasil penelitian tentang “Aplikasi Asas-Asas Hukum Pidana”. Seminar bertema “Terus-menerus Ramah-tamah” diadakan di tingkat RT. 4. Penulisan Gabungan Kata Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk. Kata tersebut termasuk istilah khusus dan ditulis terpisah. Contoh simpang lima cendera mata duta besar model linear kambing hitam persegi panjang orang tua rumah sakit jiwa Apabila terdapat gabungan kata yang bisa menimbulkan salah pengertian, kata tersebut ditulis dengan memberikan tanda hubung - Contoh anak-istri kolonel anak dan istri dari kolonel anak istri-kolonel anak dari istri kolonel ibu-ayah mereka ibu dan ayah mereka ibu ayah-mereka ibu dari ayah mereka buku-sejarah lama buku sejarah yang lama buku sejarah-lama buku tentang sejarah lama Apabila terdapat gabungan kata yang penulisannya terpisah,maka penulisannya tetap terpisah jika mendapat awalan atau akhiran. Contoh bertepuk tangan garis bawahi sebar luaskan Apabila terdapat gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus, penulisannya serangkai. Contoh Diberitahukan Menggarisbawahi Menyebarluaskan Pertanggungjawaban Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai. Contoh Adakalanya Apalagi Bagaimana Barangkali Belasungkawa Dukacita Kacamata Kasatmata Kilometer Matahari Olahraga Saputangan Saripati Sediakala Sukacita Sukarela Wiraswasta 5. Penulisan Pemenggalan Kata Pemenggalan kata sesuai PUEBI yang diterapkan pada kata dasar dilakukan dengan cara berikut. Apabila di tengah kata terdapat huruf vokal berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut. Contoh bu-ah ni-at sa-at Kategori huruf diftong memuat unsur ai, au, ei, dan oi penulisannya tidak dipenggal. Contoh Lan-dai Au-ra Sau-da-ri Sa-lah Apabila di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan termasuk gabungan huruf konsonan di antara dua huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Contoh Ba-nyak La-ri De-ngan Ke-nyang Mu-ta-khir Mu-sya-wa-rah Pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang posisinya berurutan. Contoh Ap-ril makh-luk sang-gup swas-ta Pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan pertama dan kedua. Cara ini dilakukan jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih masing- masing melambangkan satu bunyi. Contoh Eks-tra In-fra Ben-trok In-stru-men Tidak dilakukan pemenggalan kata pada gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi. Contoh Ba-nyak Ikh-las Kong-res Makh-luk 6. Penulisan Kata Depan Penulisan kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contoh Di mana dia tinggal? Uang ibu disimpan di dalam dompet. Mari berangkat ke sekolah. Saya pergi ke sana. Ia tidak beranjak dari tempatnya. 7. Penulisan Partikel Penulisan partikel -lah, -kah, dan -tah dilakukan secara serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh Ambillah kue yang ada di meja! Apakah yang kamu inginkan? Siapakah orang yang kamu maksud? Apatah gunanya mengharapkan belas kasihan? Akankah masa ini bisa dilalui dengan baik? Penulisan partikel pun dilakukan secara terpisah dari kata yang mendahuluinya. Namun, partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai. Contoh Tidak diminta pun ia akan tetap datang. Jangankan dua kali, sekali pun kakak tidak pernah memujiku. Meskipun belum mendapatkan hal yang diinginkan, ia tidak menyerah. Ibu tetap berjualan walaupun tidak ada pembeli. Penulisan partikel per ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Namun, aturan ini hanya berlaku untuk per’ yang maknanya adalah demi’, tiap’, atau mulai’. Para tamu undangan masuk ke dalam ruangan satu per satu. Harga pensil itu Rp1000,00 per biji. Karyawan itu akan diberhentikan per 1 April. 8. Penulisan Singkatan dan Akronim Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan. Contoh Supratman = Wage Rudolf Supratman = master of business administration = magister science = magister pendidikan = sarjana teknik = sarjana sosial = sarjana pendidikan = sarjana hukum Islam Sdr. = saudara Singkatan yang terdiri dari huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Contoh NKRI = Negara Kesatuan Republik Indonesia UGM = Universitas Gadjah Mada PGRI = Persatuan Guru Republik Indonesia KUHP = Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata bukan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Contoh PT = Perseroan Terbatas SD = Sekolah Dasar KTP = Kartu Tanda Penduduk SIM = Surat Izin Mengemudi NIS = Nomor Induk Siswa Singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik. Contoh hlm. = halaman dsb. = dan sebagainya dst. = dan seterusnya yth. = yang terhormat ttd. = tertanda dkk. = dan kawan-kawan Singkatan yang terdiri dari dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik. Contoh = atas nama = dengan alamat = sampai dengan Penulisan lambang kimia, takaran, timbangan, singkatan satuan ukuran, serta mata uang tidak diikuti tanda titik. Contoh Ar = Arsen km = kilometer kVA = kilovolt-ampere m = meter Rp = rupiah Penulisan dengan huruf kapital pada bagian huruf awal setiap kata tanpa tanda titik dilakukan pada akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata. Contoh BIN = Badan Intelijen Negara LIPI = Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LAN = Lembaga Administrasi Negara Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Contoh Bulog = Badan Urusan Logistik Kaltim = Kalimantan Timur Akronim bukan nama diri berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil. pemilu = pemilihan umum puskesmas = pusat kesehatan masyarakat tilang = bukti pelanggaran 9. Penulisan Angka dan Bilangan Angka Arab atau angka Romawi biasanya dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. Angka Arab 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 Angka Romawi I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L 50, C 100, D 500, M V̄ M̄ Penulisan menggunakan huruf untuk bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. Namun, ada pengecualian jika bilangan dipakai secara berurutan seperti perincian. Contoh Keluarga besarku menyaksikan film dokumenter sampai lima kali. Terdapat lebih dari lima juta eksemplar buku. Di antara 100 tamu yang datang, 30 tamu bisa duduk di kursi, sedangkan 70 tamu lainnya berdiri. Kakak membeli 15 apel, 20 jeruk, 5 alpukat, dan 2 semangka. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Namun, jika bilangan pada awal kalimat tidak bisa dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimat diubah. Contoh Tiga belas kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. benar 13 kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. salah Lima peserta lomba mengikuti persiapan. benar 5 peserta lomba mengikuti persiapan. salah Panitia mengundang 300 orang peserta. benar 300 orang peserta diundang panitia. salah Penulisan menggunakan huruf dapat diterapkan pada angka yang menunjukkan bilangan besar. Tujuannya agar lebih mudah dibaca. Contoh Masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan 100 ribu rupiah. Perusahaan itu baru saja mengalami kerugian 2 triliun. Keuntungan yang didapatkan penjual mencapai 1 milyar rupiah. 10. Penulisan Kata Ganti Aturan penulisan kata ganti ku- dan kau- ditulis bersambung serangkai dengan kata yang mengikutinya. Namun, kata ganti -ku, -mu, dan -nya ditulis bersambung serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh Mobil itu sudah kujual. Buku yang sudah dibeli ini boleh kaubaca. Kubawa pulang buku yang sudah dibeli. 11. Penulisan Kata Sandang Kata sandang seperti si’ dan sang’ ditulis terpisah dari kata yang mengikuti di belakangnya. Namun, jika ada unsur nama Tuhan ditulis dengan huruf kapital. Contoh Baju itu dikembalikan pada si penjual. Sang harimau tidak mau melepaskan mangsanya. Sang mentari enggan menunjukkan sinarnya. Ia berpasrah diri pada Sang Pencipta. Jangan menyerah selama masih ada Sang Maha Pengasih. Penutup Demikian informasi 11 contoh penulisan kata yang benar menurut EYD KBBI. Aturan yang cukup banyak tersebut tidak perlu langsung kamu hafalkan. Cara termudah untuk menguasai cara penulisan kata tersebut adalah dengan banyak berlatih, sehingga kamu akan terbiasa. Ketika menulis makalah, tugas, atau karangan, terapkan prinsip penulisan kata yang baik dan benar sesuai EYD KBBI. Selamat mempraktikkan! Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta

buatlah contoh kalimat definisi menggunakan ejaan yang benar