JenisKejadian Spesifikasi Kejadian Kabupaten/Kota Kecamatan Kelurahan/Desa Dusun RT/RW Aksi; 1: LKS-2022-08-0001: Laka Sungai: Terseret Arus Sungai: Bantul: Sanden: Srigading: Ngemplak-Lihat Detail. 2: GMP-2022-08-0004: Gempa Bumi:
KerisPusaka HB VII Pamor Istimewa - Salah satu koleksi keris tangguh nom-noman yang memiliki pamor istimewa. Ada yang ditanyakan? Klik untuk chat dengan customer support kami Admin 6282177400100. Admin PusakaKeris.com online. Halo, perkenalkan saya Admin PusakaKeris.com. baru saja. Badik; Blawong; Deder; Dhapur
Jenis: Badik Luwu Pamor : Sambang gareno,maddaung ase, maddaung kalulu, kuribojo, la maddenrung manai la matteteng, Hulu : Kemuning Sarung : cendana P. Bilah : 24,3 CM Keistimewaan : Badik ini memiliki pamor yang banyak, dengan tuah yang Insya Allah cocok untuk berbagai profesi, dan maharnya pun terjangkau, La Maddenrung manai dipercayai
DikatakanTimbul, pamor tersebut sampai sekarang masih disimpan di Keraton Surakarta dan diberi nama Kiai Pamor. Penelitian laboratoris terhadap meteor itu menunjukkan kandungan unsurnya adalah 94,5 persen besi dan 5 persen nikel. Jenis batu pamor lainnya adalah pamor Luwu yang asalnya dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Berdasarkan bahan
Badikbersisi tajam tunggal atau ganda, dengan panjang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris , bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor . Namun demikian, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah).
PuisiD Zawawi Imron 'Hanya Seutas Pamor Badik' Baca dan Rasakan Dahsyatnya; 3' Lengkap, Baca dan Resapi Maknanya 11 Juli 2022, 15:30 WIB. Kunci Gitar Chord Lirik Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet Lengkap 8 Juli 2022, 14:00 WIB Tersedia di 30 Lokasi, Lengkap dengan Jenis Vaksin. 10. Sinopsis Ivanna, Teror Si Hantu Kepala Buntung yang
. Berikut adalah jenis-jenis pamor yang sering dianggap istimewa dan paling dicari oleh para kolektor dan pecinta pusaka Polobessi 1. Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo Pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo adalah pamor yang terbentuk dan dihasilkan dari bahan pamor dengan dengan kandungan meteorit yang tinggi, Bentuk dari Pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo pada dasarnya dari Bahan yang sama dengan ciri kesamaan yaitu mengkilap menyerupai warna perak. Jika Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan besar atau melebar maka disebut Batu Lappa’. Jika Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan kecil kira-kira sebesar biji cabe maka disebut Uleng-Puleng. Dan Jika bentuknya membentuk guratan guratan tipis memanjang maka disebut Ure’ Tuo. Adapun penyebutan pamor Bunga Pejje’ Kristal Garam pada beberapa sumber yang dianggap sama dengan kandungan uleng puleng dan batu lappa hanya saja bentuknya yang menyebar di seluruh bilah maka saya tidak sepakat. Alasannya adalah bahan pamor yang banyak menghasilkan Pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo jelas berbeda dengan bahan Pamor yang menghasilkan Bunga Pejje’. Kenapa ke-3 jenis pamor ini dianggap paling istimewa dan paling banyak dicari ? Alasannya karena kemunculan pamor ini harus dari bahan pamor khusus. Bahan-bahan pamor yang biasa bagaimanapun tidak akan bisa menghasilkan Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo, jadi dapat disimpulkan bahwa ini adalah pamor Hadiah Dari Alam. Berbeda dengan penyebutan pamor lain yang seperti daung ase, teppo baja, kuribojo, dato-dato misalnya, adalah jenis pamor yang bisa dibentuk dari bahan pamor apa saja. Untuk Pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuor bahan pamor yang digunakan adalah harus dari bahan dengan kandungan meteorit yang tinggi. Sedikit tentang meteorit, bahan pamor ini menurut penelitian adalah bahan pamor yang berasal dari meteor bintang jatuh. Dari sejak zaman dahulu, orang-orang suka bugis banyak yang menggunakan Gumpalan Batu Meteor ini sebagai Azimat anti makhluk halus yang jahat. Dan setelah dikaji ternyata kebiasaan tersebut bukan kebiasaan yang mengada-ada. Dalam surah Al-hadid Ayat 25 disebutkan bahwa ….Dan Kami telah menurunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia… Setelah ayat ini dikaji dan dipadukan dengan ilmu moderen maka semua ilmuwan sepakat bahwa kandungan besi yang ada didalam bumi itu berasal dari Bintang Jatuh. Perihal bintang atau meteor, menyangkut kepercayaan salah satu agama yaitu islam, bintang itu dianggap sebagai tameng langit, pelindung langit dan dijadikan senjata untuk melempari dan menghalangi jin-jin jahat yang berniat untuk mencuri berita yg tertulis didalam kitab Lauhul Mahfudz. Kisah lain adalah pada saat Rasulullah Muhammad SAW pertama kali melakukan ritual melontar jumrah yang kini dijadikan salah satu rukun ibadah haji batu yang pertama kali yang digunakan oleh beliau adalah batu yang berasal/jatuh dari langi batu meteor. Sebagaimana kita ketahui bahwa ritual melontar jumrah itu bertujuan untuk melempari iblis yang ada didalam diri manusia. Maka akan sangat diterima keyakinan jika gumpalan-gumpalan meteor yang ditemukan di Bumi ini dijadikan sebagai Benda anti makhluk halus jahat. Karena kebiasaan ini maka, badik pusaka yang mempunyai Pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo dipercaya sebagai badik yang sulit dihuni oleh Khodam Jahat dari golongan hitam. Ini adalah tuah atau makna pamor secara umum, tp untuk secara khusus akan banyak lagi yang mempengaruhi berhubungan dengan letak Pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, Dan Ure’ Tuo, Contoh letak batu lappa yang banyak dicari adalah A. Batu Lappa/Uleng-Puleng Naokko’ Panggulu Batu Lappa’ Digigit Hulu Artinya adalah pamor batu lappa yang letaknya berada di pangkal, sebagian masuk kedalam pesi/oting dan sebagiannya lagi keluar atau tampak dipangkil. Tuahnya dianggap sebagai pamor Tenri Isseng Poadai Decenna Tidak Bisa Dibahasakan Kebaikannya B. Batu Lappa/Uleng-puleng Di punggung Bilah Batu Lappa yang berada dipunggung bilah juga merupakan salah satu pamor yang banyak dicari karena dipercaya sangat bagus tuahnya untuk ke-rezekian. Terutama batu lappa yang letaknya dengan pangkal C. Batu Lappa/Uleng Puleng Diujung Punggung Badik Jenis Batu Lappa/Uleng-puleng yang berada di ujung badik dengan catatan batu lappa/uleng-pulengnya juga ada di sekitaran pangkal hingga ujung sering dijuluki La Uleng Tepu Sang Bulan Purnama Tuahnya adalah dipercaya barang siapa yang membawa pusaka ini maka insya Allah tdk akan melihat darah atau yg berdarah. Ini berarti sangat baik untuk keselamatan. Jadi bagi yg memiliki jenis pusaka seperti ini, jangan sampai menyimpan pusaka tersebut didekat wanita yang akan bersalin karena Niscaya wanita tersebut akan susah bersalin karena wanita bersalin sudah pasti kebanyakan mengeluarkan darah. Kasus seperti ini sudah pernah terjadi. D. Batu Lappa’/Uleng-puleng Pada Baja/Mata Pusaka Batu Lappa/Uleng-puleng yang berasa pada baja/mata besi pusaka juga sangat dicari, Tuahnya sangat bagus untuk kewibawaan dan kepemimpinan E. Ure’ Tuo Yang Berada Di Punggung Bilah Yang Tidak Terputus Hingga Ke Ujung. Pamor jenis ini juga sangat banyak dicari karena tuahnya sangat baik untuk kepemimpinan dan kewibawaan, barang siapa yang memiliki pusaka ini maka kata-katanya akan selalu dituruti oleh bawahannya. F. Ure’ Tuo Yang Tdk Terputus Dari Pangkal Hingga Ke Ujung Bilah Pamor seperti ini juga sangat dicari, karna tuahnya juga sangat baik untuk kerezekiaan dan ketentraman hati. G. Ure’ Tuo Yang Menyebrang Dari Sisi Satu Ke Sisi Lainnya. Pamor seperti ini juga sangat banyakj dicari seperti halnya badik Sambang/Gareno. Tuahnya juga Insya Allah sangat baik untuk kerezekian, kewibawaan dan Kepemimpinan. Sisiq dan pamor seperti diataslah yang banyak dicari karena memang termasuk langka. Penyebab langka-nya bukan karena sulitnya dibuat saja, tapi karena bahannya yang sangat terbatas. Di era sekrang, antara tahun 90-an hingga skrng 2013 barangkali pamor sejenis ini masih agak mudah ditemui, alasannya karena ketersediaan bahan baku pamor ini masih bisa didapatkan dari bekas pusaka tua di daerah Luwu yang kini banyak ditemukan di beberapa danau, sungai, gowa bahkan pada beberapa lokasi penggalian tanah. Pusaka-pusaka tersebut adalah korban dari pemberontakan DI/TII yang dulu berniat menjadikan Indonesia menjadi Nagara Islam. Sayang sekali, sebagian prilaku sama selali tidak berpihak pada kebudayaan. Semua benda pusaka mereka anggap sebagai media yang mengantar pasa kesyirikan dan kemusyrikan sehingga ratusan bahkan ribuan pusaka masyarakat disita dan dirampas oleh mereka terus dibuang pada suatu tempat. Benda-benda itulah yang banyak diburu oleh orang-orang dari tahun ketahun dan akhirnya pasti akan habis juga, seperti informasi dari seseorang Panre Bessi di luwu yang sudah mengaku sudah sangat sulit menemukan bahan pamor dari bekas pusaka tua itu sekarang 2013 2. Sippa Sikadong, Massalo’/Mabbelesse, Bettu Cigerro’, Sumpang Buaja, Mattellongi, Sumpang Salo’ Jenis Pamor yang tersebut diatas juga sangat banyak diistimewakan oleh orang-orang. Dan yang paling dicari adalah badik yang memiliki semua pamor tersebut diatas. Badik yang memmiliki pamor seperti diatas atau mungkin lebih banyak lagi sering disebut dengan Pamor Sukku’ Cukup. Tuahnya adalah sangat bagus untuk kerezekian, cocok untuk anda para pedagang dan pebisnis. Jika kesemua pamor diatas terdapat dalam 1 buah pusaka, maka Insya Allah pemiliknya akan dimudahkan segala urusan, dari soal rezeki, hinga urusan asmara lawan jenis. Pamor Sukku’ ini juga termasuk pamor yang sangat langka. Dizaman dahulu maharnya sering menggunakan Tedong Siajoa Dua Ekor Kerbau Jantan. Beginilah cara orang tua terdahulu itu menghargai benda pusaka. 3. Pamor Sambang/Gareno Jenis pamor sambang makasar atau Gareno Bugis adalah jenis pamor yg pernah menjadi sangat langka. Masalahnya karena tehnik penempaan pamor sambang ini pernah Hilang. Atau dengan kata lain, tehnik tempa pamor sambang ini pernah tidak ada yang mengetahuinya sama sekali di Sulawesi. Periode tersebut diperkirakan antara tahun 50-an hingga tahun 80-an. Barulah setelah tahun 90-an keatas tehnik tempa sambang ini muncul lagi dan itupun hanya diketahui oleh 1-2 panre. Tidak tertutup kemungkinan, ilmu tehnik tempa sambang ini akan hilang lagi setelah pandai besinya tidak ada. Seorang kolektor saya rasa wajib memililiki badik seperti ini. Apalagi tuahnya juga sangat baik untuk yang mereka dibidang kelautan, dibidang tambang dan termasuk kepemimpinan. 4. Pamor Bonto Mate’ne Pamor Bontomate’ne adalah jenis pamor yang juga termasuk langka dan banyak dicari, Bentuk pamor ini serupa dengan pamor dato-dato, hanya saja pada pamor bonto mate’ne pamor dato-datonya timbul, serta terdapat ciri khas pada bagian timpa’ laja’ yang bersusun antara besi baja dan pamor. Pamor ini sangat dicari oleh pedagang, dan saking di istimewakannya sehingga muncul istilah “ada pappaseng” dari orang tua dulu, seperti ini “Narekko Engka Tau Mabbolai Kawali Mappamoro’ Bonto Mate’ne Na Mauni Rapang Tai Nalempa Nabalu Tarala Muto” Artinya “Jika ada seseorang yg memiliki Badik dengan Pamor Bonto Mate’ne Maka, Sekalipun Ibarat Kotoran Yang Orang Itu Bawa Untuk Dijual Maka Akan Terjual Juga” Insya Allah……. Pesan tersebut mengungkap kelebihan Badik Pamor Bonto Mate’ne yang sangat dicari oleh para pelaku Binis dan Pedagang. Itulah beberapa pamor-pamor yang dianggap sudah langka dan sangat istimewa oleh mereka yang paham tentang dunia besi pusaka. 5. Pamor Bontoala’ Pamor Bontoala juga merupakan salah satu jenis pamor badik yg langka dan banyak dicari. Bentuk pamor ini memiliki khas pada bentuk pamor menyerupai Balo Pakke’ Te’ba Jampu namun pamornya dibuat berlapis-lapis dan tipis. Badik Bontoala juga memiliki ciri khas pada bentuk timpa laja. Dulu, badik seperti ini diperuntukkan untuk kalangan ulama. Itulah beberapa jenis pamor yang saat ini sudah menjadi sangat langka, dan paling banyak dicari oleh kolektor
– Badik adalah senjata tradisional kebanggan masyarakat Bugis Makassar yang tidak hanya berfungsi sebagai senjata tajam saja, tapi juga dipercaya memiliki kekuatan ghaib. Orang Bugis lebih sering menyebatnya Mandar juga memiliki senjata tradisional yang sama dengan Badik, yaitu Badik Mandar atau Kobi masyarakat Bugis, Badik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian mereka dan selalu dibawa saat melakukan aktifitas sehari-hari, baik ketika didalam rumah ataupun saat berada diluar ada satu ungkapan dalam tradisi masyrakat Bugis, “Bukan seorang laki-laki jika tidak memiliki Badik. Jangan bercerai besi senjata sebab besi itu adalah saudara kita”, karena bagi masyarakat Bugis, Badik bukan sekedar senjata tikam, melainkan juga melambangkan status, pribadi dan karakter membawa Badik atau Kawali dikalangan masyarakat Bugis seringkali dihubungkan dengan Pranata sosial yang disebut dalam kasus tertentu bisa menjadi alat untuk menegakkan harga diri dan kehormatan keluarga, bahkan hingga kini dibeberapa daerah, kebiasaan membawa Badik masih sering di tersebut bukan berarti bahwa masyarakat Bugis Makassar adalah orang-orang yang gemar berperang atau suka mencari keributan, tetapi lebih kepada penekanan makna simbolik yang terdapat pada Badik atau Kawali halnya Keris, Badik juga sarat akan makna dan filosofi. Dalam tradisi masyarat Bugis, bahkan ada kebiasaan turun-temurun untuk membekali anak yang sudah beranjak dewasa dengan sebilah Badik yang disesuaikan dengan sifat pembawaan anak tersebut, termasuk juga kepada anak tradisi masyarakat Bugis Makassar juga dikenal yang namanya Badik Makkunrai Badik perempuan yang khusus dimiliki oleh perempuan untuk menjaga diri dan kedudukan Badik atau Kawali inilah yang mendorong masyarakat Bugis Makassar untuk memiliki Badik yang istimewa, baik dari segi teknik pembuatan, material, pamor maupun tuahnya yang dipercaya dapat memberikan energi positif bagi siapa saja yang memiliki atau dibuat dari campuran beberapa jenis logam berbeda sehingga menghasilkan gradasi warna berbeda pada bilahnya yang disebut pamor yang digunakan untuk pembuatan Badik adalah besi Luwu bessi ussu karena dipercaya sebagai besi yang dunia Tosan Aji, besi Luwu atau bessi pamorro yang mengandung meteorit dan nikel sudah dikenal lama sebagai salah satu bahan pamor yang berkualitas, khususnya untuk bahan pamor Keris dan umum, Badik memiliki pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, dan Ure' Tuo. Ketiga jenis pamor tersebut terbentuk dari bahan pamor dengan kandungan meteorit yang cukup Batu Lappa, Uleng-Puleng, dan Ure' Tuo pada dasarnya terbuat dari bahan yang sama dengan ciri-ciri mengkilap seperti warna perak/nikel. Perbedaannya adalah pada bentuk pola/motifnya, jika bentuknya berupa gumpalan-gumpalan besar atau melebar maka disebut Batu Lappa'.Jika bentuknya berupa gumpalan-gumpalan kecil kira-kira sebesar biji cabe maka disebut Uleng-Puleng, dan jika bentuknya berupa guratan-guratan tipis memanjang maka disebut Ure' jenis pamor tersebut dianggap paling istimewa dan paling banyak dicari karena hanya bisa terbentuk dari bahan pamor khusus, sebab bahan-bahan pamor yang biasa tidak akan bisa menghasilkan bentuk pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, dan Ure' jenis pamor tersebut di anggap sebagai hadiah dari alam. Berbeda dengan jenis pamor lain seperti Daung Ase, Teppo Baja, Kuribojo, dan Dato-Dato adalah jenis pamor yang bisa dibentuk dari bahan pamor apa pembuatan pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, dan Ure' Tuor, bahan pamor yang digunakan harus dari bahan dengan kandungan meteorit yang adalah bahan pamor yang berasal dari batu meteor atau batu bintang yang jatuh dari langit. Batu meteor sudah sejak jaman dahulu digunakan oleh orang-orang suku Bugis sebagai jimat untuk menangkal makhluk halus kepercayaan akan tuah pada batu meteor itulah maka Badik pusaka yang memiliki pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, dan Ure' Tuo juga dipercaya sebagai Badik yang sulit dihuni oleh khodam dari golongan tuah utama dari pamor Batu Lappa, Uleng-Puleng, dan Ure' Tuo secara umum, sedangkan tuah lainnya tergantung dari letak pamor tersebut pada bilah ini beberapa jenis pamor Badik yang dipercaya memiliki tuah ampuh1. Pamor Batu Lappa/Uleng-Puleng Naokko' PangguluPamor Batu Lappa/Uleng-Puleng Naokko' Panggulu Batu Lappa/Uleng-Puleng Digigit Hulu artinya adalah pamor Batu Lappa atau Uleng-Puleng yang letaknya berada dipangkal bilah Badik, sebagian masuk kedalam pesi/oting dan sebagian lagi keluar atau tampak dibagian pangkal ini di anggap sebagai pamor “Tenri Isseng Poadai Decenna” tidak bisa dibahasakan kebaikannya.2. Pamor Batu Lappa/Uleng-Puleng yang terdapat dipunggung bilahPamor Batu Lappa yang berada dipunggung bilah Badik juga merupakan salah satu jenis pamor yang banyak dicari karena tuahnya dipercaya sangat bagus untuk kerejekian, terutama yang letaknya dekat dengan pangkal Pamor Batu Lappa/Uleng-Puleng yang terdapat di ujung punggung BadikPamor Batu Lappa/Uleng-Puleng yang berada di ujung bilah Badik dengan catatan pamornya juga ada disekitaran pangkal sampai ujung bilah sering dijuluki “La Uleng Tepu” Sang Bulan Purnama.Konon, barang siapa yang membawa Badik dengan pamor ini, maka tidak akan melihat darah atau yang berdarah. Artinya, pamor ini memiliki tuah yang sangat baik untuk Badik pusaka dengan pamor tersebut tidak boleh disimpan didekat wanita yang akan melahirkan karena akan membuatnya susah Pamor Batu Lappa'/Uleng-puleng yang terdapat pada baja/mata BadikPamor Batu Lappa/Uleng-puleng yang berada pada baja/mata Badik juga termasuk jenis pamor yang sangat dicari karena dipercaya memiliki tuah yang sangat bagus untuk kewibawaan dan Pamor Ure' Tuo yang berada dipunggung bilah Badik dan tidak terputus dari pangkal sampai ujung bilahPamor jenis ini juga banyak dicari karena dipercaya memiliki tuah yang baik untuk kepemimpinan, kewibawaan dan penundukan. Barang siapa yang memiliki Badik pusaka dengan pamor ini, maka kata-katanya akan selalu dituruti oleh Pamor Ure' Tuo yang tidak terputus dari pangkal sampai ujung bilahPamor ini juga sangat dicari karena dipercaya memiliki tuah yang sangat baik untuk kerejekiaan dan Pamor Ure' Tuo yang menyeberang dari sisi bilah yang satu ke sisi bilah lainnyaPamor ini sangat dicari seperti halnya Badik Sambang/Gareno. Tuahnya sangat baik untuk kerejekian, kewibawaan dan kepemimpinan, bahkan di anggap sebagai “Datun-na Badik” Rajanya Badik.8. Pamor Kurissi Gamecca'Pamor Kurissi Gamecca' merupakan jenis pamor yang sangat langka. Pada jaman dahulu, pamor jenis ini hanya dibuat pada saat terjadi prosesi pernikahan putra atau putri Raja atau bangsawan pamornya berbentuk anyaman bambu yang dalam bahasa Bugis disebut Gamecca'. Pamor ini termasuk sangat sulit dibuat dan menggunakan bahan pamor yang cukup Sippa Sikadong, Massalo'/Mabbelesse, Bettu Cigerro', Sumpang Buaja, Mattellongi, Sumpang Salo'Jenis pamor yang satu ini bisa dikatakan sangat istimewa. Badik yang memiliki pamor tersebut atau mungkin lebih banyak lagi sering disebut dengan Pamor Sukku' Cukup. Tuahnya sangat bagus untuk kerejekian dan cocok dimiliki oleh para pedagang dan kesemua pamor tersebut terdapat pada sebilah Badik, maka pemiliknya akan dimudahkan dalam segala urusan, mulai dari urusan rejeki sampai urusan Sukku' ini juga termasuk pamor yang sangat langka, bahkan pada jaman dahulu, maharnya sering menggunakan Tedong Siajoa dua ekor kerbau jantan.10. Pamor Sambang/GarenoJenis pamor Sambang Makasar atau Gareno Bugis adalah jenis pamor yang pernah menjadi sangat langka. Penyebabnya karena tehnik pembuatan pamor ini pernah hilang atau sempat tidak tersebut diperkirakan antara tahun 50-an hingga tahun 80-an. Barulah setelah tahun 90-an keatas tehnik tempa pamor Sambang ini mulai muncul lagi dan itupun hanya diketahui oleh beberapa Panre Mpu Pamor Mata RakkapengPamor Mata Rakkapeng juga termasuk pamor yang banyak diburu oleh para pecinta dan kolektor Badik. Bentuknya berupa 1/2 lingkaran busur pada mata Badik yang menampilkan warna berbeda dari warna baja lainnya. Terkadang bentuk pamor Mata Rakkapeng ini bersusun seperti bentuk pelangi, tapi ada juga yang ini termasuk pamor langka karena tidak bisa dibuat oleh sembarang Panre dan juga harus menggunakan material khusus. Material yang digunakan untuk membuat pamor ini adalah baja dengan kualitas ini disebut Mata Rakkapeng karena bentuk motifnya menyerupai mata Rakkapeng alat kuno untuk menuai padi yang sering digunakan oleh para petani pada jaman alat Rakkapeng ini sering digunakan untuk memanen/memotong tangkai dalam jangka waktu yang lama, maka akan meninggalkan bekas yang berbentuk 1/2 lingkaran pada baja Rakkapeng situlah kemudian muncul penyebutan pamor Mata Rakkapeng. Tuah pamor ini sangat baik untuk kecukupan pangan atau kemakmuran seperti filosofi padi yang identik sebagai simbol Pamor Bonto Mate'nePamor Bonto Mate'ne adalah jenis pamor yang juga termasuk langka dan banyak dicari. Bentuk pamor ini serupa dengan pamor Dato-Dato, hanya saja pada pamor Bonto Mate'ne motifnya timbul serta terdapat ciri khas pada bagian timpa' laja' yang bersusun antara besi baja dan Pamor BontoalaPamor Bontoala juga merupakan salah satu jenis pamor Badik yang langka dan banyak dicari. Bentuk pamor ini memiliki ciri khas pada bentuknya yang menyerupai Balo Pakke' Te'ba Jampu, tapi pamornya dibuat berlapis-lapis dan Bontoala juga memiliki ciri khas pada bentuk timpa laja. Pada jaman dulu, Badik ini diperuntukkan bagi kalangan pamor di atas tergolong pamor langka yang sulit dijumpai dan banyak dicari oleh para penggemar dan kolektor Badik. Penyebab kelangkanya bukan hanya karena sulit dibuat saja, tapi juga karena bahan pamornya yang sangat kita tilik dari filosofinya, sejatinya semua jenis Badik adalah media simbolik. Badik hanya boleh dicabut dari sarungnya untuk menjaga diri dan kehormatan pemiliknya atau keluarganya, dan bukan sebagai alat untuk melakukan kejahatan atau menyakiti orang adalah pelengkap dari Pappaseng pesan-pesan leluhur yang baik yang diwariskan kepada anak cucunya secara tersirat sebagai pendamping untuk fungsi Badik adalah untuk menegakkan kebenaran dan menjaga kehormatan, lebih penting dari itu semua adalah kematangan dan kearifan orang yang memiliki Badik tersebut, karena Badik atau senjata apapun akan bermanfaat jika berada ditangan yang benar dan bisa membawa bencana jika berada ditangan yang jugaDemikian sedikit informasi tentang jenis-jenis pamor Badik dan penjelasan tentang tuahnya yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit bermanfaatTerima kasih
Termahar Jenis Badik Sari Pamor Mabbellesse, Sebbo Cigerro, Dato-Dato Sikadoi Hulu ? Sarung ? Keistimewaan Badik Sari adalah jenis pusaka yang dulunya digunakan oleh petani gula merah pada proses penyulingan air aren tuak. Syarat mutlak dari sebuah badik sari adalah setajam silet. Jadi kwalitas baja yang digunakan harus baja terbaik dan ditambah dengan kemampuan mengasah dari passari orang yang menyuling air aren tersebut. Kalau badik yang digunakan kurang tajam maka mengakibatkan kurangnya air aren yang keluar dari pohon aren dan tidak jarang malah membuat pohon aren mati. Hal seperti ini bukan mitos tapi fakta. Seiring waktu berlalu, badik sari ini harus terus diasah pagi dan sore agar tetap tajam sehingga pada akhirnya badik ini berubah menjadi ramping dan tidak ideal lagi digunakan sebagai badik sari. Saat bilah dari badik ini sudah ramping, maka biasanya dijadikan sebagai pisau biasa akarena tingkat ketajamannya dan tidak jarang dijadikan sebagi benda pusaka. Atau dalam bahasa bugis disebut badik tompang. Makna filosofi menyangkut tuah dari badik sari secara umum adalah "hanya ingin berhubungan dengah yang manis-manis saja sebagaimana manisnya gula aren". Dan tiap pagi dan sore selalu mendapatkan makanan. Disisi lain, Badik Sari mempunyai kadar moso "bisa" yang kuat karena mampu menyerap zat tertentu dari pohon aren yang mengubahnya menjadi pusaka yang mamoso berbisa. Bagi yang memnggunakan pusaka jenis sari harus sangat berhati-hati jangan sampai teriris karena bisa berakibat fatal. Sedangkan keistimewaan khusus buat pusaka yang saya tampilkan diatas adalah bilah yang mabbelesse Insya Allah sangat cocok bagi pedagang dan pebisnis dan ditambah Sebbo Cigerro lubang pada pangkal yang tembus dari punggung ke mata pusakadimana tuahnya dipercaya akan selalu membuat pemlliknya tidak pernah kekurangan makanan Insya Allah. Semua itu harus kita kembalikan kepada Allah yang menciptakan segalanya, manusia hanya mengawinkan, menyatukan dan memadukan berbagai ciptaan Allah sehingga menghasilkan 1 benda yang bermamfaat bagi manusia itu sendiri. Jenis pamor mabbellesse dan sebbo cigerro yang ada pada badik sari sangat jarang ditemukan bahkan bahkan bagi saya pribadi inilah badik sari yang berpamor unik pertama kali saya lihat. Pusaka ini membentuk pamornya sendiri secara natural dan benar-benar sangat sepuh. sangat cocok bagi anda pecinta barang antik, sepuh, super dan istimewa. Koleksi Pusaka Lainnya
Termahar Jenis Badik Luwuk Pamor Kurissi Dua Arah, Bunga Pejje, Gemme' Silampa', Paduan 7 logam, Ketandaan Padi & Kapas Hulu Kayu Nane Warangka Kayu Cendana P. Bilah 15,5 CM Keistimewaan Untuk menuliskan keitimewaan pusaka ini maka saya akan lebih memilih mengatakan pandang dan lihatlah sendiri. Pusaka ini menyimpan berbagai misteri tentang latar belakang pemilik sebelumnya membuat pusaka seperti ini. Namun pemilik yg telah membuat pusaka yg diperkirakan penempaannya sekitar 30-50 tahunan yang lalu ini sudah tidak ada. Pusaka ini diwariskan ke Putranya yang tdk mengetahui tentang latar belakang penciptaan pusaka ini. Keistimewaan pertama adalah pusaka ini terdiri 7 material logam yaitu 1. Titanium 2. Nikel 3. Emas 4. Tembaga 5. Kuningan 6. Baja putih Potongan Katana 7. Perak Dari segi susunan, pada bagian atas punggung pusaka ini terdiri dari komponen Meteorit yaitu titanium dan nikel yang membentuk pamor bunga garam dan lipatan pelintir membentuk kurissi. Pada bagian tengah seolah dipisahkan oleh 3 paduan logam Emas, Kuningan. Tembaga yang membentuk sebuah pamor Gemme' silampa Rambut Selembar pada bagian mata pusaka ini terbuat dari paduan baja putih potongan katana dan perak. Dipelintir dan membentuk motif pamor kurissi. Keunikan pamornya juga terlihat pada kurissi 2 arah yang berbeda, pada bilah sebelah kiri kurissinya mengarah ke pangkal sedangkan pada bilah sebelah kanan kurissinya mengarah ke ujung. Disamping itu, banyak komentar dari pecinta pusaka yang mengatakan bahwa pamor dari pusaka ini terlihat seperti padi dan kapas. Dimana symbol Padi Makanan dan Kapas Pakaian adalah pertanda kesejahteraan, jadi pusaka ini memang memilik sisi misteri yang banyak sekali. Jumlah lipatan pada mata ada 15 dan jumlah liuk pada punggung ada 9, Untuk angka 15 dan 9 pada benda pusaka apabila dikaitkan dengan tehnik "Suke" tehnik pengukuran dimensi badik maka angka tersebut adalah angka terbaik dengan kata lain tdk ada yang lebih baik dari angka itu. Keistimewaan yang saya tuliskan diatan adalah sebuah fakta yang terlihat jelas dan dapat dibuktikan. Sedangkan keistimewaan yang akan kami ungkap berikutnya adalah keistimewaan yg sifatnya supranatural dan tidak logis. Pemilihan material yg terdiri dari 7 logam dipercaya sebagai senjata anti Ilmu kebal. Tentunya selain itu banyak sekali makna filosofi yang terdapat pada 7 logam tersebut Bahkan dikalangan orang-orang tua suku Bugis-Makasar, beberapa diantara mereka ada yang berpesan "Carilah pusaka yang terdiri dari paduan 7 jenis logam karena tuahnya sangat luar biasa" seperti itulah pesan sebagian orang tua yang memahami tentang pusaka di Makasar, singkat dan selalu penuh makna dan misteri. Hanya itu sedikit keistimewaan pusaka ini yang dapat saya ungkap, namun saya yakin pusaka ini masih memiliki keistimewaan yang hanya dapat diketahui oleh mereka yang memiliki pengetahuan cukup. Berikut adalah kutipan-kutipan dari Buku "Senjata Tradisional Daerah Sulawesi-Selatan" yang saya cantumkan dan menjelaskan keistimewaan sesuai pamor yang terdapat pada pusaka ini. Keterangan Pada Motif Kurissi Yang Mengarah Ke Ujung Penjelasan Pamor Kurissi yang Mengarah Ke pangkal Penjelasan Pamor Gemme' Silampa Koleksi Pusaka Lainnya
Termahar Jenis Gecong Pamor Dato-dato, Timpa' Laja, Polomata Hulu Kemuning Sarung Cendana P. Bilah 22 CM Keistimewaan Badik ini memiliki pamor yang bagus, mahar terjangkau, keistimewaan terletak pada pamor polomata nya yang natural, tuahnya cocok untuk perlindungan diri, Insya Allah... Koleksi Pusaka Lainnya
jenis pamor badik dan maknanya